Minum air putih yang cukup setiap hari tidak hanya membantu mencegah dehidrasi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil agar tubuh tetap sehat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut dokter spesialis keluarga Jacinta Anyaoku, M.D., DABOM, hidrasi yang baik membantu tubuh mempertahankan volume darah normal dan mendukung sirkulasi yang sehat.
"Ketika Anda mengalami dehidrasi, volume darah dan tekanan darah menurun. Tetapi belum tentu dengan cara yang sehat," ujar Anyaoku, seperti dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan bahwa saat tubuh kekurangan cairan, tubuh akan mengaktifkan mekanisme kompensasi untuk mempertahankan tekanan darah dengan cara menyempitkan pembuluh darah dan menahan natrium.
Jika kondisi dehidrasi terjadi berulang atau berlangsung dalam jangka panjang, sistem kardiovaskular akan bekerja lebih keras sehingga lebih sulit menjaga tekanan darah tetap sehat.
Sebaliknya, mencukupi kebutuhan cairan dapat membantu tubuh tetap mempertahankan volume darah yang ideal sehingga pembuluh darah dapat bekerja secara lebih optimal.
Dehidrasi menyebabkan kadar air dalam tubuh menurun dan konsentrasi natrium dalam darah meningkat, yang kemudian memicu pelepasan hormon vasopresin untuk menahan air.
Namun, hormon tersebut juga membuat pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah meningkat, sementara minum air putih dapat membuat pembuluh darah lebih rileks kembali.
"Ketika Anda terhidrasi dengan baik, tubuh tidak perlu mengaktifkan respons kompensasi yang terjadi saat dehidrasi. Hal ini memungkinkan pembuluh darah berada dalam keadaan lebih rileks, yang pada akhirnya menurunkan tekanan darah," kata Anyaoku.
Selain membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, kebiasaan minum air putih yang cukup juga dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah dalam jangka panjang.
Sebuah studi longitudinal yang dipublikasikan dalam Frontiers in Public Health menunjukkan bahwa orang yang minum enam gelas air putih atau lebih setiap hari memiliki risiko lebih rendah mengalami hipertensi.
Meski demikian, ahli gizi Patricia Kolesa, M.S., RDN, mengingatkan bahwa tekanan darah tinggi dipengaruhi oleh banyak faktor lain seperti genetika, pola makan, aktivitas fisik, hingga gaya hidup.
"Dalam jangka panjang, peningkatan asupan cairan dapat membantu meningkatkan ekskresi natrium, yang menurunkan tekanan darah," ujar Kolesa mengenai pentingnya menjaga hidrasi tubuh.