Sebanyak 22 dari 27 pemimpin negara anggota Uni Eropa mendesak diadakannya pertemuan darurat untuk membahas lonjakan tiba-tiba puluhan ribu migran yang memasuki enklave Spanyol di Afrika Utara, Ceuta. Surat terbuka yang dikirimkan pada Sabtu tersebut meminta para menteri dalam negeri blok tersebut untuk segera menggelar pertemuan melalui video guna menyepakati respons terkoordinasi dan mencegah penyeberangan liar lanjutan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Desakan ini diprakarsai oleh Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni bersama Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, menyusul langkah Italia yang sempat menangguhkan aturan area Schengen dengan Spanyol. Para pemimpin negara menegaskan bahwa pertahanan perbatasan eksternal Uni Eropa merupakan tanggung jawab bersama seluruh anggota, bukan sekadar kepentingan satu negara saja.
Meski demikian, Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyatakan bahwa situasi di Ceuta kini sudah hampir kembali normal, dengan hampir seluruh dari 60.000 migran yang membobol perbatasan sejak hari Rabu telah meninggalkan wilayah tersebut. Pertemuan tingkat menteri dijadwalkan akan segera berlangsung pada hari Selasa di bawah kepresidenan bergilir Uni Eropa yang dipegang oleh Irlandia.