Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Krisis Ceuta, Spekulasi Peran Israel...
BERITA

Krisis Ceuta, Spekulasi Peran Israel Tekan Spanyol atas Dukungan Palestina

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 31 Juli 2026
Massa migran berenang dari Maroko ke Ceuta, Spanyol, pada krisis Juli 2026

Massa migran berenang dari Maroko ke Ceuta, Spanyol, pada krisis Juli 2026

Krisis kemanusiaan di Ceuta, eksklave Spanyol di Afrika Utara, memicu spekulasi liar di media sosial mengenai kemungkinan keterlibatan Israel dalam tekanan terhadap Madrid. Dalam sepekan terakhir, lebih dari 1.500 migran berhasil masuk ke Ceuta, dengan ratusan lainnya mencoba berenang dari Maroko, memaksa Spanyol mengerahkan polisi dan militer untuk mengamankan perbatasan.

Spekulasi menguat setelah muncul kembali artikel-analis pro-Israel yang diterbitkan awal tahun ini. Michael Rubin dari American Enterprise Institute bahkan menyerukan Maroko untuk mengorganisir "Green March" baru menuju Ceuta dan Melilla, dengan pendekatan damai namun simbolis untuk mengibarkan bendera Maroko di wilayah tersebut. Rubin menilai langkah itu sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai kemunafikan anti-kolonial Spanyol.

Artikel lain di outlet Israel, Ynet, pada April lalu merekomendasikan Israel menggunakan pengaruhnya di Washington untuk membantu Maroko "merebut kembali" Ceuta dan Melilla. Penulisnya, Amine Ayoub, menyusun tiga skenario tekanan: sinyal diplomatik langsung ke Maroko, lobi melalui AS, dan tuduhan berulang terhadap kemunafikan Spanyol atas pengakuan Palestina. Tujuannya jelas, menghukum anggota NATO yang dianggap menantang kebijakan AS dan Israel.

Komentator politik Bruno Maçães menjadi salah satu yang menyoroti korelasi ini, mengutip langsung artikel Ynet dan menanyakan apakah krisis saat ini adalah buah dari skenario yang digambarkan. Warganet juga menggali kembali cuitan Yair Netanyahu, putra PM Benjamin Netanyahu, pada 2019 yang menyerukan agar umat Arab dan Muslim "membebaskan Ceuta". Hal ini memicu pertanyaan apakah krisis ini bagian dari skenario yang telah direncanakan jauh hari.

Kementerian Luar Negeri Israel melalui Duta Besarnya untuk Spanyol, Dana Erlich, sempat membantah pada April lalu bahwa pemerintah Israel mempertimbangkan dukungan atas klaim Maroko. Erlich menegaskan masalah itu bukan prioritas pemerintah Netanyahu. Namun, bantahan ini tak mampu meredam spekulasi yang justru terus berkembang seiring memburuknya situasi di lapangan.

Hubungan militer dan intelijen Maroko-Israel yang erat turut menjadi bahan spekulasi. Sejak menormalisasi hubungan pada 2020, kedua negara menandatangani perjanjian pertahanan pada 2021 yang mencakup kerjasama intelijen dan pengadaan senjata. Drone dan persenjataan buatan Israel kini menjadi bagian penting dari modernisasi militer Maroko, menambah keyakinan publik bahwa tekanan terhadap Spanyol bisa dilakukan melalui jalur ini.

Spanyol sendiri dikenal sebagai salah satu kritikus paling vokal Israel di Eropa, terutama setelah mengakui Negara Palestina pada Mei 2024. Madrid juga memberlakukan embargo senjata terhadap Israel, melarang kapal berbahan bakar untuk militer Israel menggunakan pelabuhan Spanyol, dan menutup wilayah udaranya bagi pesawat pengangkut senjata ke Israel. Langkah ini memicu kecaman keras dari Israel yang menyebutnya anti-Semit dan memicu ketegangan diplomatik serius.

Sementara itu, pada hari Jumat, 31 Juli, jumlah korban tewas akibat upaya penyeberangan dilaporkan mencapai 19 orang. Spanyol dan Maroko bergerak cepat menghentikan arus kedatangan, sementara komunitas internasional menanti kejelasan apakah krisis ini akan berujung pada eskalasi diplomatik lebih lanjut antara Madrid, Rabat, dan Tel Aviv.

Topics
ceuta krisis ceuta israel spanyol maroko palestina yair netanyahu melilla diplomasi timteng
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.