Airship atau yang sering disebut sebagai kapal udara merupakan salah satu jenis pesawat terbang aerostat yang mampu bernavigasi di udara menggunakan tenaga mesinnya sendiri. Pesawat ini memanfaatkan prinsip daya apung dari gas pengangkat yang memiliki massa jenis lebih ringan dibandingkan udara di sekitarnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pada masa awal perkembangannya, gas hidrogen menjadi pilihan utama karena kapasitas angkatnya yang sangat tinggi dan mudah didapatkan. Namun, sifatnya yang mudah terbakar memicu sejumlah kecelakaan fatal, hingga akhirnya gas helium yang jauh lebih aman mulai mendominasi sejak dekade 1960-an.
Secara konstruksi, airship umumnya dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu non-rigid yang dikenal sebagai blimp, semi-rigid, serta rigid yang menggunakan kerangka struktur luar. Perusahaan asal Jerman besutan Count Ferdinand von Zeppelin menjadi manufaktur paling ikonik yang memproduksi kapal udara rigid berskala besar.
Meskipun era keemasannya meredup sebelum tahun 1940-an akibat kalah bersaing dengan pesawat terbang konvensional, airship modern tetap dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan khusus. Kendaraan udara ini sering dipakai dalam bidang pariwisata, periklanan, survei geologi, hingga platform pengamatan udara.
Hingga saat ini, efisiensi energi yang ditawarkan oleh airship kembali menarik perhatian para peneliti dan industri aviasi. Dengan kemampuannya yang bisa melayang di udara dalam waktu lama, teknologi ini dinilai memiliki potensi besar untuk logistik dan transportasi masa depan.