Roket merupakan kendaraan terbang panjang yang memanfaatkan mesin pendorong untuk berakselerasi tanpa harus bergantung pada udara di sekitarnya. Berbeda dengan mesin jet yang memerlukan oksigen dari atmosfer, roket membawa seluruh bahan bakarnya sendiri. Hal ini membuat mesin roket bekerja jauh lebih efisien ketika berada di ruang hampa udara luar angkasa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sejarah penggunaan roket bermula dari Tiongkok pada abad ke-13, di mana bubuk mesiu digunakan untuk keperluan militer maupun hiburan seperti kembang api. Seiring berjalannya waktu, teknologi roket terus berkembang pesat hingga memasuki era modern pada abad ke-20 yang menjadi fondasi utama penjelajahan antariksa, termasuk misi pendaratan manusia di Bulan.
Dalam perancangannya, roket umumnya terdiri dari tangki bahan bakar, nosel, serta mesin pendorong yang menghasilkan daya dorong sangat besar melalui prinsip aksi dan reaksi. Sebagian besar roket modern menggunakan bahan bakar kimia yang mampu menghasilkan gas buang berkecepatan tinggi demi mencapai kecepatan lepas dari gravitasi Bumi.
Saat ini, pemanfaatan roket tidak hanya terbatas pada misi penjelajahan luar angkasa dan peluncuran satelit buatan saja. Kendaraan canggih ini juga memegang peranan vital dalam bidang pertahanan militer, penelitian atmosfer melalui roket sounding, hingga sistem keselamatan darurat penerbangan.