Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Pengadilan Izinkan Uji Klinis Bloker...
BERITA

Pengadilan Izinkan Uji Klinis Bloker Pubertas pada Anak

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 31 Juli 2026
Ilustrasi ruang pengadilan dengan palu hakim dan latar logo King's College London

Ilustrasi ruang pengadilan dengan palu hakim dan latar logo King's College London

Pengadilan tinggi Inggris memberi lampu hijau bagi uji klinis pemberian obat bloker pubertas pada anak. Hakim Mr Justice Chamberlain menolak gugatan hukum yang diajukan aktivis yang mengklaim penelitian itu dapat membahayakan peserta.

Gugatan diajukan untuk menghentikan riset yang dijalankan peneliti King's College London (KCL) tersebut. Namun hakim menilai tidak ada klaim yang memiliki peluang realistis untuk menang di pengadilan.

Hakim menyatakan setiap pasien dalam Pathways trial akan dinilai selama "berbulan-bulan" oleh dokter spesialis yang telah "berpendapat bahwa anak memiliki prospek masuk akal untuk menerima manfaat klinis dari pengobatan".

KCL menyambut keputusan pengadilan dan menegaskan keamanan peserta akan dijaga ketat. Uji klinis mulai merekrut lebih dari 220 anak berusia 11 hingga 16 tahun mulai 1 Agustus.

Penentang riset, termasuk psikoterapis James Esses dan Keira Bell yang dulu mengonsumsi bloker pubertas sebagai remaja sebelum detransisi, menyatakan kekecewaan. Bell menyebut keputusan ini sebagai "tragedi" dan mengatakan "profesi medis dan moralitas tidak selalu berjalan beriringan".

Kelompok Bayswater Group yang mewakili orang tua anak dengan isu gender juga kecewa. Mereka menilai Pathways trial tidak memenuhi ambang batas legal dan etis untuk riset pada anak, mengingat desain studi, risiko intervensi, dan kurangnya bukti manfaat yang memadai.

Juru bicara KCL membela riset ini sebagai studi yang dirancang hati-hati untuk memberikan bukti tentang potensi manfaat dan risiko penekanan pubertas guna meningkatkan layanan NHS. Hanya anak dengan ketidaksesuaian gender jangka panjang yang telah mendapat dukungan psikososial komprehensif yang akan direkrut.

KCL juga menambahkan bahwa studi memiliki persyaratan kelayakan ketat dan desainnya telah ditinjau oleh peneliti independen serta disetujui regulator kesehatan Inggris, HRA dan MHRA.

Penelitian ini awalnya dikomisikan sebagai respons terhadap tinjauan 2024 oleh Dr Hilary Cass yang menemukan bahwa pengobatan gender adalah "area dengan bukti yang sangat lemah" dan "dibangun di atas fondasi yang goyah". Bloker pubertas, yang awalnya digunakan untuk pubertas dini, sebelumnya diresepkan off-label untuk anak dengan disforia gender hingga NHS melarang penggunaannya tahun lalu setelah tinjauan Cass.

Topics
bloker pubertas uji klinis king's college london anak transgender pengadilan tinggi inggris cass review keira bell james esses nhs gender dysphoria
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.