Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Pengadilan Tinggi Izinkan Uji Klinis...
BERITA

Pengadilan Tinggi Izinkan Uji Klinis Puberty Blockers untuk Remaja Trans

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 1 Agustus 2026
Protes pendukung hak transgender dalam Trans Pride London 2025 dengan plakat Protect Trans Children, ilustrasi kasus PATHWAYS pubertas blockers

Protes pendukung hak transgender dalam Trans Pride London 2025 dengan plakat Protect Trans Children, ilustrasi kasus PATHWAYS pubertas blockers

Pengadilan Tinggi Inggris resmi mengizinkan uji klinis PATHWAYS untuk pubertas blockers pada remaja transgender berjalan. Keputusan ini diambil setelah hakim menolak gugatan dari sejumlah kelompok dan individu yang menentang penelitian tersebut, termasuk Bayswater Support Group yang mengaku mendukung orang tua dari anak-anak yang mengidentifikasi diri sebagai trans.

PATHWAYS Trial merupakan penelitian yang dirancang untuk mengumpulkan bukti ilmiah tentang potensi manfaat dan risiko pemberian pubertas blockers bagi anak-anak dengan ketidaksesuaian gender. Penelitian ini muncul setelah tinjauan yang dilakukan Dr. Cass menemukan bahwa bukti terkait penggunaan obat tersebut masih sangat lemah.

Dalam pernyataan resminya, tim peneliti PATHWAYS menyambut baik keputusan pengadilan. Mereka menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan anak muda tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan penelitian ini. Penelitian hanya akan melibatkan sebagian kecil remaja yang telah menerima dukungan psikologis dan sosial komprehensif melalui NHS Gender Services.

Tim peneliti juga menjelaskan bahwa peserta harus memenuhi syarat ketat, termasuk menjalani pemeriksaan fisik dan kesehatan mental, serta dinilai oleh tim multidisiplin nasional independen. Remaja juga harus menunjukkan pemahaman tentang risiko potensial yang terlibat dan memberikan persetujuan, sementara orang tua atau wali hukum harus memberikan izin.

James Esses dari Bayswater Support Group mengecam keputusan ini. Ia menyebut anak-anak rentan tidak boleh dijadikan kelinci percobaan dalam eksperimen medis yang berpotensi menyebabkan kerusakan fisiologis dan emosional permanen, termasuk infertilitas. Esses mengaku akan berkonsultasi dengan pengacara untuk kemungkinan banding.

Keira Bell, seorang perempuan yang menjalani detransisi, juga menyatakan kekecewaannya. Ia menyebut keputusan pengadilan yang tidak mengabulkan gugatan tersebut sebagai sebuah tragedi. Sebelumnya, Bell dikenal sebagai pihak yang menggugat layanan gender NHS terkait pemberian pubertas blockers.

Dr. Cass yang melakukan tinjauan awal justru mendukung pelaksanaan uji klinis ini. Pada Juni lalu ia menyatakan bahwa lebih banyak anak akan dirugikan jika penelitian tidak dilakukan dibandingkan jika penelitian tetap berjalan. Saat ini, di luar PATHWAYS Trial, pubertas blockers tidak tersedia untuk pasien baru di bawah usia 18 tahun.

Pada Juni lalu, penelitian ini menetapkan batas usia minimum bagi peserta. Anak laki-laki trans berusia 11 tahun ke atas dan anak perempuan trans berusia 12 tahun ke atas diizinkan untuk berpartisipasi. PATHWAYS Trial telah melalui peninjauan ketat dari peneliti independen dan disetujui oleh regulator kesehatan Inggris, HRA dan MHRA.

Topics
puberty blockers pathways remaja trans high court transgender kesehatan nhs cass review detransisi hak anak
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.