Seorang pengacara ketenagakerjaan terkenal asal Spanyol, Juanma Lorente, baru-baru ini membagikan edukasi penting mengenai hak-hak pekerja saat jatuh sakit melalui media sosial miliknya. Berdasarkan laporan dari media Mundo Deportivo, Lorente aktif memberikan pemahaman hukum ketenagakerjaan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Dalam salah satu videonya, Lorente membahas situasi ketika seorang pekerja jatuh sakit dan berobat ke dokter, namun tidak mendapatkan surat keterangan sakit resmi atau parte de baja. Sebagai gantinya, pasien hanya mengantongi surat keterangan telah berobat serta anjuran untuk beristirahat.
Menurut penjelasan sang pengacara, dokumen atau surat rekomendasi dari tenaga medis tersebut sudah cukup untuk melindungi pekerja dari sanksi perusahaan. "Dengan surat ini, kamu bisa absen selama tiga hari di tempat kerja tanpa bisa disanksi dan tanpa dianggap sebagai ketidakhadiran tanpa alasan yang sah", ungkap Lorente dalam penjelasannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, Lorente memberikan catatan penting bahwa ketidakhadiran selama tiga hari dengan mengandalkan surat rekomendasi medis tersebut umumnya tidak disertai dengan pembayaran gaji. Oleh karena itu, ia tetap menyarankan agar pekerja mengurus surat keterangan sakit resmi jika perjanjian kerja atau aturan perusahaan menanggung upah di hari-hari pertama sakit.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak memiliki dasar hukum untuk menjatuhkan sanksi pemecatan maupun teguran kepada karyawannya yang absen selama maksimal 72 jam. Syarat utamanya adalah pekerja tetap wajib melampirkan bukti kunjungan medis serta surat rekomendasi istirahat yang sah dari dokter yang merawatnya.