Dulu, memiliki gelar sarjana ibarat tiket emas menuju stabilitas karier dan rasa aman di tempat kerja. Namun, data ketenagakerjaan terbaru di Singapura menunjukkan fenomena baru yang mencengangkan: angka pemutusan hubungan kerja (PHK) atau retrenchment justru meningkat secara signifikan di kalangan pemegang gelar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Fenomena ini menjadi sorotan tajam dalam episode terbaru podcast CNA "Work It" yang membahas mengapa ijazah tidak lagi menjadi jaminan keamanan kerja. Banyak faktor yang disebut memicu perubahan ini, mulai dari otomatisasi, pergeseran kebutuhan industri, hingga ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Dalam diskusi tersebut, Direktur Randstad Singapura, Rumi Mohd, menjelaskan bahwa perusahaan kini lebih mencari kandidat dengan keterampilan spesifik dan kemampuan beradaptasi, bukan sekadar kredensial akademis. "Pasar kerja bergerak sangat cepat. Gelar memang penting, tapi tanpa pembaruan skill, itu hanya selembar kertas," ujar Rumi.
Sudut pandang lain hadir dari Steven Neo, seorang mantan manajer program senior yang mengalami sendiri pahitnya retrenchment meski memiliki latar belakang pendidikan mumpuni. Ia berbagi pengalaman bagaimana ia harus merelakan posisinya dan kini sedang berjuang untuk mencari arah karier baru di tengah persaingan yang semakin ketat.
Para pengamat menilai perubahan ini adalah peringatan bagi para pekerja untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi di luar bidang formal mereka. Gelar sarjana mungkin membuka pintu, tetapi keahlian praktis, kecerdasan emosional, dan fleksibilitaslah yang kini menentukan siapa yang bertahan dan siapa yang tersingkir.
Meski situasi ini terasa mengancam, para pakar sepakat bahwa ini juga peluang bagi tenaga kerja untuk mendefinisikan ulang arti kesuksesan. Keamanan kerja tidak lagi datang dari gelar yang tergantung di dinding, melainkan dari kemampuan untuk terus memberikan nilai tambah di tengah lanskap industri yang terus bertransformasi.