Suasana politik di ibu kota mendadak menjadi sorotan hangat setelah Gubernur Jakarta terpilih periode 2025-2030, Pramono Anung, mengungkapkan rasa bahagianya melihat hubungan harmonis yang kini terjalin antara dua mantan pemimpin Jakarta, Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Momen kebersamaan para tokoh penting tersebut mencuat ke publik dan memberikan angin segar bagi stabilitas sosial politik di tingkat lokal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan awak media, kehadiran para mantan Gubernur Jakarta dalam prosesi penandatanganan dokumen serah terima jabatan di Balai Kota Jakarta menjadi simbol kuat pencairan ketegangan masa lalu. Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki beban masa lalu dan berkomitmen untuk melanjutkan serta menyempurnakan seluruh program positif yang telah dirintis oleh para pendahulunya, mulai dari Sutiyoso, Fauzi Bowo, hingga Anies Baswedan dan Ahok.
Menanggapi dinamika positif tersebut, Partai Keadilan Sejahtera turut memberikan respons yang sangat baik. Sebagaimana dilaporkan, Ketua DPP PKS Mardani Ali menyatakan bahwa kerukunan yang terjalin di antara para tokoh tersebut merupakan hal yang sangat bagus dan patut didukung penuh demi kepentingan masyarakat luas. "Bagus, kita dukung," ujar Mardani saat dihubungi pada hari Kamis.
Lebih lanjut, Mardani menilai bahwa setiap mantan gubernur memiliki keunggulan dan pengalaman kepemimpinan yang luar biasa untuk membangun Jakarta ke depan. "Mas Anies sangat kuat pada political will bela warga. Pak Ahok punya kelebihan berani ambil keputusan. Ditambah pengalaman Mas Pram kuat di manajemen dan administrasi dan Bang Rano yang merakyat," ucapnya. Dari analisis tim redaksi, kolaborasi lintas gaya kepemimpinan ini diharapkan mampu menerjemahkan harapan warga Jakarta menjadi kebijakan yang pro-rakyat secara nyata pada masa kepemimpinan baru ini.