Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Prosesi Adat Jokowi Injak Kepala...
BERITA

Prosesi Adat Jokowi Injak Kepala Kerbau, PDIP Tertawa dan PSI Membela

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 2026-06-30
Prosesi adat Jokowi menginjak kepala kerbau di Lampung yang menuai polemik politik

Prosesi adat Jokowi menginjak kepala kerbau di Lampung yang menuai polemik politik

Prosesi adat yang dijalani oleh Presiden RI ke-7 Joko Widodo saat mengikuti rangkaian acara Begawi Cakak Pepadun atau Munggah Bumi di Lampung mendadak menjadi sorotan publik dan menuai beragam tafsir di ranah politik nasional. Dalam sebuah momen yang videonya viral di media sosial, Jokowi tampak menjalani prosesi dengan meletakkan jari kakinya di atas kepala kerbau yang diletakkan di atas karpet merah di Kedatun Keagungan. Kunjungan ini merupakan bagian dari safari politik perdana Jokowi usai purna tugas, di mana ia terlihat mengenakan atribut berlogo PSI dan berinteraksi langsung dengan para kader partai tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira memberikan respons santai disertai gelak tawa ketika dikaitkan dengan potensi penghinaan terhadap partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut. Andreas menyatakan bahwa dirinya tidak memahami secara mendalam adat istiadat Lampung, namun ia menegaskan bahwa lambang PDIP bukanlah kepala kerbau melainkan banteng. Lebih lanjut, politisi senior tersebut menilai langkah seorang mantan kepala negara yang dinobatkan sebagai kepala adat di tingkat lokal kurang lazim dan seharusnya bisa menargetkan pencapaian yang lebih tinggi di kancah internasional.

Di sisi lain, DPP PSI langsung pasang badan dan melayangkan pembelaan keras terhadap kritik yang dilontarkan oleh kubu PDIP. Ketua DPP PSI Bestari Barus menuding pernyataan elite PDIP justru mencerminkan ketidaktahuan terhadap tradisi lokal dan berpotensi menghina warisan budaya masyarakat Lampung. Menurut Bestari, prosesi injak kepala kerbau merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari pimpinan adat setempat kepada Jokowi, sebuah tradisi leluhur yang sudah ada jauh sebelum partai politik modern lahir di Indonesia. Ia bahkan menyarankan agar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan edukasi internal kepada para kadernya agar lebih menghargai adat istiadat nusantara.

Menanggapi polemik yang kian melebar ke ranah politik, tokoh adat Lampung Pepadun Suttan Seghayo Dipuncak Nur, Mawardi Harirama, memberikan klarifikasi tegas untuk meluruskan kesalahpahaman publik. Mawardi menjelaskan bahwa ritual menginjak kepala kerbau merupakan bagian dari warisan turun-temurun yang sarat akan makna filosofis untuk meredam sifat-sifat buruk manusia seperti kesombongan, iri, dan ketamakan. Ia memastikan bahwa prosesi sakral tersebut sama sekali tidak memiliki kaitan dengan kepentingan politik praktis mana pun, termasuk penggunaan karpet merah yang murni merupakan bagian dari ornamen tradisional Kedatun Keagungan.

Dari analisis awak media, polemik ini menunjukkan bagaimana simbol-simbol kebudayaan lokal kerap ditarik ke dalam pusaran polarisasi politik nasional oleh para elite partai. Pengamat menilai bahwa perbedaan tafsir antara PDIP dan PSI tidak hanya mencerminkan persaingan narasi politik pasca-pemilu, tetapi juga menggarisbawahi perlunya literasi budaya yang lebih baik agar tradisi luhur masyarakat adat tidak terjebak dalam gesekan kepentingan kekuasaan.

Topics
jokowi pdip psi adat lampung politik nasional begawi cakak pepadun berita terbaru
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.