Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Resensi Jacaranda Gaël Faye, Kisah...
BERITA

Resensi Jacaranda Gaël Faye, Kisah Cinta dan Luka di Rwanda

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 31 Juli 2026
Sampul novel Jacaranda karya Gaël Faye yang mengisahkan genosida Rwanda

Sampul novel Jacaranda karya Gaël Faye yang mengisahkan genosida Rwanda

Gaël Faye, penulis sekaligus rapper Prancis-Rwanda, kembali mengguncang dunia sastra dengan novel keduanya yang berjudul Jacaranda. Setelah sukses dengan Small Country pada 2016, Faye mengangkat tema berat tentang genosida Rwanda dan dampaknya yang masih terasa hingga kini.

Novel ini dibuka pada musim panas 1994 dengan tokoh utama Milan, bocah berusia 12 tahun yang tinggal di Versailles. Ayahnya berkulit putih Prancis, sementara ibunya, Venancia, adalah perempuan Rwanda yang memilih bungkam tentang masa lalunya. Keheningan itu pecah ketika sepupu Milan, Claude, tiba-tiba datang dengan luka parah akibat tebasan parang.

Perjalanan Milan berlanjut ke Rwanda pada 1998. Di sana ia bertemu Eusébie, sahabat masa kecil ibunya, yang kini menjadi aktivis keadilan. Dari Eusébie, Milan belajar banyak tentang genosida dan upaya rekonsiliasi. Pohon jacaranda di halaman rumah Eusébie menjadi simbol perlindungan dan harapan.

Milan juga menemukan kembali Claude dan berkenalan dengan Sartre, sosok misterius yang tinggal di kompleks kumuh bernama Le Palais. Sartre pernah menyelamatkan puluhan anak yatim piatu korban genosida. Dari komunitas inilah Milan mulai memahami bahwa dirinya dianggap "kulit putih" di Rwanda, sebuah pengalaman yang mengubah perspektifnya.

Bagian paling mengharukan dari novel ini adalah penggambaran pengadilan gacaca, proses peradilan komunitas yang berlangsung hingga 2012. Ribuan kesaksian dari korban dan pelaku diungkap di ruang terbuka. Namun Faye menunjukkan bahwa pengampunan memiliki batas, dan beberapa kebenaran justru terlalu menyakitkan untuk diterima.

Melalui tokoh-tokoh seperti Milan, Claude, Stella, dan Eusébie, Faye menghadirkan wajah-wajah manusia yang bertahan di tengah tragedi. Ia juga mengkritisi dikotomi yang terlalu sederhana antara korban dan pelaku, Tutsi dan Hutu, hitam dan putih. Jacaranda adalah novel berani yang menggugah kesadaran tentang ingatan dan keadilan.

Topics
jacaranda gaël faye resensi buku novel rwanda genosida sastra prancis small country pengampunan rekonsiliasi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.