Saat berkunjung ke Italia, godaan untuk mampir ke toko gelato dengan tumpukan warna-warni pasti sulit dihindari. Tapi hati-hati, banyak gerai yang menyasar turis justru menjual gelato "palsu" alias bukan buatan tangan yang otentik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut warga lokal, ciri gelato asli adalah teksturnya yang padat, bukan mengembang seperti busa. Gelato berkualitas juga disajikan dengan alat seperti dayung, bukan disendok seperti es krim biasa.
Gelato asli biasanya disimpan dalam wadah stainless steel yang tertutup rapat di atas meja counter, bahkan kadang tutupnya sengaja dipasang agar suhu tetap dingin. Produsen gelato sungguhan lebih fokus menjaga kesegaran daripada pamer tampilan mencolok.
Pemandu wisata asal Roma, Val, dalam video viral di TikTok mengingatkan wisatawan Amerika. "Jika Anda melihat tumpukan besar, apa yang mereka coba lakukan? Memukau Anda. Tapi mereka juga mengocoknya agar mengembang dengan udara, dan itu akan turun pada malam hari. Jadi Anda membayar untuk udara, secara harfiah," ujar Val.
Cara lain adalah perhatikan tiga rasa kunci: pistachio, pisang, dan mint. Gelato pisang seharusnya berwarna putih kotor, bukan kuning. "Karena kami tidak makan kulitnya," jelas Val. Mint juga tak harus hijau terang karena ekstraknya tak memberi warna. Pistachio justru berwarna cokelat kehijauan kusam, bukan hijau menyala.
Warna-warna mencolok seperti biru terang atau merah muda adalah sinyal bahaya. Itu menandakan penggunaan pewarna buatan yang biasanya diikuti perasa buatan pula. Jika satu rasa saja sudah curang, kemungkinan rasa lain juga serupa.
Cari tanda "gelateria artigianale" dan jangan ragu bertanya pada penduduk setempat rekomendasi tempat terbaik. Biasanya toko gelato paling autentik terletak agak jauh dari pusat keramaian turis, tapi perjalanan ekstra itu sepadan.