Pergerakan harga emas dunia kembali menjadi sorotan para pelaku pasar keuangan global. Setelah sempat menunjukkan tren penguatan yang positif sepanjang bulan Juli 2026, harga logam mulia ini justru mengalami koreksi pada perdagangan penutup akhir pekan lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data perdagangan hari Jumat (31/7/2026), harga emas dunia di pasar spot tercatat ditutup di level US$ 4.043 per troy ons. Angka tersebut menunjukkan penurunan yang cukup tajam sebesar 1,47% jika dibandingkan dengan posisi pada hari sebelumnya.
Kendati ditutup melemah di ujung bulan, kinerja bulanan emas secara keseluruhan masih tergolong positif. Harga sang logam mulia tercatat berhasil membukukan penguatan sekitar 0,5% sepanjang bulan Juli 2026, yang sekaligus menandai kenaikan bulanan pertamanya sejak bulan Februari lalu.
Memasuki bulan Agustus 2026, para investor dan pengamat pasar kini mengarahkan fokus mereka pada arah kebijakan moneter global, khususnya di Amerika Serikat. Kebijakan bank sentral Federal Reserve atau The Fed akan menjadi salah satu katalis utama penentu arah gerak komoditas ini.
Sebelumnya, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5 hingga 3,75%. Namun, keputusan tersebut diambil secara tidak bulat setelah terdapat tiga anggota Komite Pengambil Kebijakan atau FOMC yang menghendaki kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.