Kekhawatiran mendalam mengenai stabilitas pasar keuangan Amerika Serikat kembali mencuat setelah para tokoh investor terkemuka melontarkan peringatan keras. Kekuatan besar yang selama ini menopang bursa saham Wall Street dinilai berdiri di atas fondasi yang rapuh dan rentan terhadap guncangan mendadak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pengusaha miliarder Mark Cuban dan investor legendaris Michael Burry secara terpisah menyuarakan keresahan yang sama. Keduanya menilai bahwa satu gangguan kecil saja dapat memicu efek domino yang meruntuhkan seluruh pencapaian pasar yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir.
Sorotan utama para investor kelas kakap tersebut tertuju pada perusahaan produsen cip raksasa Nvidia serta peran sentralnya dalam mendanai geliat teknologi kecerdasan buatan. Model pendanaan yang masif dinilai memiliki kemiripan dengan fase genting sebelum terjadinya ledakan dot-com di masa lalu.
"Anda tidak pernah tahu dari mana perubahan eksternal akan datang. Situasi ini sangat mirip dengan kejatuhan dot-com, di mana Nvidia bertindak mendanai siapa saja," ujar Cuban melalui sebuah unggahan di platform media sosial.
Senada dengan hal tersebut, Michael Burry menggarisbawahi lonjakan biaya asuransi gagal bayar utang atau credit default swaps milik Nvidia sebagai indikator bahaya. Ia menilai langkah ekspansif perusahaan tersebut telah mendorong siklus pengeluaran melampaui batas kewajaran.
Dampak dari potensi koreksi pasar ini dikhawatirkan tidak hanya dirasakan oleh para trader jangka pendek, melainkan juga mengancam simpanan masa depan masyarakat luas. Sebagian besar portofolio dana pensiun dan reksa dana ekuitas diketahui memiliki eksposur yang cukup signifikan terhadap saham-saham teknologi raksasa.
Melihat kondisi valuasi pasar yang kian melar dan ketergantungan yang tinggi pada segmen industri tertentu, para ahli menyarankan pentingnya diversifikasi aset di luar instrumen saham konvensional guna mengantisipasi risiko kerugian yang lebih besar.