Industri perhotelan mewah global terus mengalami pergeseran tren seiring dengan meningkatnya kesadaran pelancong terhadap pentingnya kesehatan dan kesejahteraan mental. Menangkap peluang tersebut, Como Group asal Singapura mengambil langkah strategis untuk memperluas jangkauan portofolio hotel mewahnya ke kancah internasional tanpa meninggalkan ciri khas kenyamanan yang tenang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →CEO Como Holdings, Olivier Jolivet, mengungkapkan bahwa Como Metropolitan Singapore sengaja dirancang sebagai pusat pengalaman terpadu sekaligus laboratorium inovasi bagi jenama tersebut. Berbagai fasilitas mutakhir seperti perangkat teknologi tidur SleepHub hingga layanan pemulihan tubuh berbasis terapi oksigen dihadirkan untuk menguji respons pasar sebelum diterapkan ke properti lain.
Menurut Jolivet, sektor kebugaran kini telah bertransformasi menjadi elemen krusial yang tidak terpisahkan dari pengalaman menginap secara keseluruhan. Pendekatan ini telah lama ditekankan oleh sang pendiri, Christina Ong, yang membangun konsep kesehatan holistik melalui Como Shambhala sejak tiga dekade silam di bawah kepemilikan privat.
Di tengah dominasi grup perhotelan besar berskala global, Como Group tetap mempertahankan identitas eksklusif sebagai jenama independen yang dikelola langsung oleh pendirinya. Komitmen terhadap detail pelayanan khas Asia serta pertumbuhan yang selektif menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas pengalaman setiap tamu yang datang.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, ekspansi kini juga merambah kawasan Eropa seperti Prancis melalui kehadiran Como Le Beauvallon dan Como Cordeillan-Bages. Di sisi lain, peremajaan properti ikonis di Asia seperti Como Metropolitan Bangkok dan Como Shambhala Estate di Bali terus dilakukan guna memenuhi kebutuhan pelancong yang mendambakan pemenuhan emosional serta personal.