Kanal bisnis Liputan6.com kembali merangkum sejumlah isu ekonomi dan finansial yang paling banyak menyita perhatian pembaca pada akhir pekan ini. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, dinamika pasar komoditas global, khususnya pergerakan logam mulia dan minyak mentah, mendominasi perhatian publik yang tengah memantau arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Harga emas dunia dilaporkan berhasil bangkit dan ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan lalu. Kebangkitan ini terjadi setelah harga minyak mentah Brent mengalami koreksi usai sempat berada di level tinggi. Sejumlah analis pasar menilai bahwa di tengah bayang-bayang kenaikan imbal hasil obligasi serta tensi geopolitik di Timur Tengah, logam mulia kini mulai membentuk area penopang harga yang sangat kokoh.
Para pelaku pasar memproyeksikan bahwa peluang penguatan harga emas masih terbuka lebar, terutama jika ketegangan di tingkat global kembali bereskalasi atau jika The Fed memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya. "Keputusan bank sentral AS pekan depan akan menjadi katalis utama yang menentukan arah tren lanjutan bagi komoditas emas dan perak," ungkap salah satu pengamat pasar mengutip sentimen yang berkembang di lantai bursa.
Selain kebangkitan harga emas, dinamika pasar energi global juga turut menjadi sorotan menyusul penurunan harga minyak mentah Brent dan WTI. Penurunan ini dipicu oleh laporan diplomatik mengenai upaya mediasi yang diinisiasi oleh Pakistan untuk mencairkan kembali hubungan tegang antara Amerika Serikat dan Iran, yang kabarnya turut mendapat dukungan penuh dari pihak China.
Sementara itu dari dalam negeri, kabar seputar kebijakan aparatur negara juga tak kalah menyita perhatian pembaca kanal bisnis. Menteri PANRB, Rini Widiyantini, menegaskan bahwa kebijakan fleksibilitas kerja berupa work from home satu hari dalam sepekan bagi para ASN masih terus dilanjutkan guna menjaga produktivitas sekaligus efisiensi birokrasi pemerintahan.