Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran, Jumat (31/7). Dalam rapat kabinet di Camp David, Maryland, Trump menegaskan bahwa AS akan terus menyerang Iran dengan sangat keras dan menyatakan keinginannya untuk memenangkan perang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →"Kami hanya ingin menang. Kami melakukannya dengan sangat baik. Kami berusaha sebaik mungkin dalam situasi seperti ini. Tetapi mereka sedang dihancurkan," ujar Trump di hadapan para wartawan, merujuk pada kondisi Iran pasca-serangan AS.
Trump juga menegaskan komitmennya untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. "Sangat sederhana. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," katanya dengan tegas. Ia juga menyatakan bahwa AS akan terus menekan Iran hingga mereka menyerah.
"Kami akan menghantam Iran dengan sangat keras, dan pada suatu titik, mereka akan berkata, "Kami tidak tahan lagi"," tambah Trump, menggambarkan strategi tekanan maksimal yang diterapkan pemerintahannya.
Presiden AS itu juga menolak laporan yang menyebutkan Iran masih berada dalam posisi kuat. Sebaliknya, Trump mengklaim bahwa Iran sedang dalam kondisi yang sangat buruk dan menuduh Tehran tidak jujur serta tidak terhormat dalam berhubungan dengan AS.
Trump membandingkan perang melawan Iran dengan perang AS sebelumnya di Vietnam dan Afghanistan. Ia mengklaim bahwa dalam waktu hanya lima bulan, AS telah "memusnahkan" kapasitas militer Iran secara signifikan.
Mengenai negosiasi dengan Iran, Trump mengakui bahwa ia mulai kehilangan kepercayaan. "Saya kehilangan kepercayaan pada mereka karena mereka berbohong," ujarnya. Ia menceritakan bahwa dirinya sedang menunggu panggilan dari utusan khusus Steve Witkoff terkait negosiasi, namun justru mendapat kabar dari Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahwa Iran menembakkan lima rudal ke pangkalan AS di Yordania.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, terutama setelah Iran mengklaim berhasil menghancurkan tiga jet F-35 AS dalam serangan rudal balistik ke pangkalan udara di Yordania. Hingga berita ini diturunkan, pihak Iran belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan terbaru Trump.