Ketegangan di wilayah timur Indonesia kembali memuncak menyusul insiden penembakan brutal yang dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Berdasarkan pantauan tim redaksi, aparat keamanan dari Satgas TNI harus menghadapi situasi berbahaya ketika berupaya menyelamatkan korban jiwa di daerah yang rawan konflik tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut keterangan resmi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto, proses evakuasi jenazah pasangan suami istri korban kekejaman OPM diwarnai dengan aksi perlawanan bersenjata. "Syukur Alhamdulillah, proses evakuasi jenazah pasangan suami istri, Bapak Kumis Tua Kogoya beserta istrinya, yang tewas dengan kondisi mengenaskan setelah ditembak secara brutal oleh OPM berhasil dilakukan," ungkap Lucky.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, ketegangan bermula ketika prajurit TNI yang sedang melaksanakan misi kemanusiaan untuk mengevakuasi korban mendadak mendapatkan serangan dari kelompok OPM. Tidak tinggal diam, personel gabungan langsung memberikan tembakan balasan serta melakukan pengejaran secara intensif terhadap kelompok separatis tersebut.
Observasi di lapangan menunjukkan bahwa aksi pengejaran berlangsung hingga menembus wilayah perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Boven Digoel. Perburuan itu akhirnya berlanjut ke kawasan Kampung Kali Fis, Distrik Awingbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, tempat kelompok OPM kembali melancarkan tembakan membabi-buta ke arah petugas.
Menurut penjelasan pihak militer, tindakan tegas terukur terpaksa diambil sesuai dengan prosedur tetap serta Rules of Engagement yang berlaku demi melindungi keselamatan personel dan warga. Dalam kontak tembak yang tak terhindarkan tersebut, satu orang anggota OPM dilaporkan tewas di tempat dengan sejumlah barang bukti ditemukan di dalam noken miliknya.
Berdasarkan hasil penggeledahan, aparat mengamankan barang bukti berupa 12 butir peluru tajam serta perangkat komunikasi seluler, sementara senjata api pelaku berhasil dibawa kabur oleh rekan kelompoknya yang melarikan diri. Pihak TNI menegaskan akan terus mengambil langkah tegas terhadap segala bentuk ancaman kelompok bersenjata demi menjaga kedaulatan NKRI dan keamanan masyarakat.