Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Rhys Nicholson Bicara Drag Race,...
NASIONAL

Rhys Nicholson Bicara Drag Race, Tidur, dan Hobi Lawan Rasis

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 2 Agustus 2026
Rhyn Nicholson komedian juri Drag Race Down Under dalam wawancara eksklusif

Rhyn Nicholson komedian juri Drag Race Down Under dalam wawancara eksklusif

Komedian sekaligus juri Drag Race Down Under, Rhys Nicholson, kembali menjadi sorotan. Pria yang juga akan tampil di The Traitors Australia ini berbagi cerita tentang dunia drag, gaya hidup, hingga pandangannya tentang isu sosial.

Nicholson mengungkapkan bahwa drag Australia memiliki ciri khas tersendiri. Menurutnya, drag di sana tidak terlalu fokus pada peniruan perempuan, melainkan lebih pada pembangunan karakter. "Lazy Susan, yang juga jadi juri tahun ini, adalah salah satu favorit saya karena tidak ada ilusi tentang ini adalah pria berbaju perempuan, tapi ada kreativitas di dalamnya," ujarnya.

Ia menambahkan, "Drag Australia lebih tentang menciptakan seni, bukan menciptakan sosok perempuan." Pernyataan ini sekaligus menjelaskan mengapa para ratu dari negeri Kangguru sering dianggap punya keunggulan di ajang internasional.

Selain Drag Race, Nicholson juga membintangi The Traitors Australia yang tayang 4 Agustus mendatang. Namun, ia mengaku tidak lagi berminat menjadi kontestan di acara realitas. "Saya terbiasa tahu apa yang terjadi. Di Drag Race saya tahu semuanya, tapi di Traitors rasanya seperti "Oh my god!"," kenangnya.

Jika diberi kesempatan, ia tertarik dengan acara Hunted versi Inggris. "Saya hanya akan pergi ke Daylesford dan bersantai di rumah selama beberapa pekan. Pakai wig atau semacamnya," candanya.

Soal koleksi jasnya, Nicholson mengaku memiliki sekitar 40 jas yang terus diputar untuk setiap episode Drag Race. Tahun lalu, ia menyumbangkan 10 hingga 15 jas ke toko barang bekas di Melbourne. "Beberapa hari kemudian saya lewat dan etalase toko itu penuh dengan jas. Kelihatannya seperti peringatan untuk saya," katanya.

Bicara soal pemakaman, Nicholson punya permintaan unik. Ia menginginkan pemakaman alami dengan kain kafan katun dan ditanami pohon di atasnya. "Tapi saya mau masuk dengan bunyi "thud". Itu penting. Mungkin mereka bisa taruh sedikit air di bawahnya agar terdengar bunyi cipratan. Saya ingin suara "splat" itu," ucapnya sambil tertawa.

Untuk lagu di pemakaman, ia memilih "Baby I'm Burnin" karya Dolly Parton. Namun jika harus melakukan lipsync untuk hidupnya, ia akan memilih "Don't Rain on My Parade" dari Barbra Streisand atau lagu era 60-an lainnya.

Nicholson juga berbagi tips kecantikan yang tak terduga: tidur. "Tidur adalah produk kecantikan paling mahal yang saya miliki. Saya dulu begadang terus di usia 20-an, sekarang yang saya mau hanya tidur," ungkapnya. Ia mengaku menggunakan vape ganja resep dokter untuk mengatasi insomnia parah yang pernah dialaminya.

Dalam pandangannya soal pop culture, Nicholson menyindir para pria yang setelah keluar dari media besar justru beralih ke sayap kanan. "Kalian bisa mulai podcast tentang minat kalian, masak misalnya. Tidak perlu jadi rasis. Cari hobi, jangan jadi rasis total," tegasnya.

Saat ditanya selebritas paling terkenal di kontaknya, ia menyebut Michelle Visage, namun tidak memiliki nomor RuPaul. "Ronny Chieng? James Acaster? Ronny adalah yang paling terkenal yang saya kenal. Saya dulu mengajari Ronny cara menggunakan tirai di Sydney Comedy Store, sekarang dia main di The Devil Wears Prada 2!" kenangnya.

Topics
rhys nicholson drag race down under the traitors australia komedian australia wawancara harry styles michelle visage reality tv budaya pop insomnia
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.