Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Infantino Dianggap Bencana, UEFA...
OLAHRAGA

Infantino Dianggap Bencana, UEFA Desak Presiden FIFA Segera Mundur

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 2 Agustus 2026
Gianni Infantino presiden FIFA tampak tertekan setelah gagal menjual saham Piala Dunia dan mendapat tekanan mundur

Gianni Infantino presiden FIFA tampak tertekan setelah gagal menjual saham Piala Dunia dan mendapat tekanan mundur

Gianni Infantino harus segera mundur dari kursi presiden FIFA atau diberhentikan secara hukum. Demikian desakan kuat yang dilayangkan UEFA dan sejumlah konfederasi sepak bola dunia menyusul kegagalan Infantino menjual saham Piala Dunia. Tidak ada lagi kesempatan bagi pemimpin yang dianggap telah meruntuhkan integritas dan tata kelola sepak bola global.

Infantino dipaksa mundur terhina pada Sabtu (1/8) setelah rencana Fifa Forward Enterprise (FFE) yang kontroversial gagal total. Meski ia berjanji akan melanjutkan dialog tentang pertumbuhan sepak bola dalam "semangat kepentingan bersama," langkah itu dinilai sebagai upaya menyelamatkan diri. Setiap hari Infantino tetap berkuasa, kata UEFA, berarti noda baru bagi institusi yang reputasinya sudah terpuruk.

Skandal terbaru hanyalah puncak dari serangkaian kontroversi yang ditimbulkan Infantino. Mulai dari pemberian Fifa Peace Prize kepada Donald Trump pada Desember lalu tanpa proses jelas, hingga pengenalan jeda minum yang mengubah esensi pertandingan di Piala Dunia 2026. Proses penunjukan tuan rumah Piala Dunia 2034 yang kebutuhannya digambarkan menguntungkan Arab Saudi juga menuai kecaman luas.

UEFA dalam pernyataan tajamnya menuntut penghentian "skema rahasia dalam tenggat waktu kilat, dimasak oleh individu tanpa wajah dan manfaat meragukan." Mereka merujuk pada FFE yang mengabaikan proses pengambilan keputusan kolektif di FIFA. Dukungan dari 211 asosiasi anggota yang telah dikantongi Infantino untuk pemilihan Maret 2027 kini dipertanyakan, karena surat dukungan itu bisa dicabut.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin berhasil mempersatukan 55 asosiasi anggotanya untuk mengancam boikot turnamen FIFA jika rencana penjualan saham tidak dibatalkan. Namun kemenangan ini tidak akan berarti jika Infantino diberi ruang untuk mengulangi manuver serupa. Sumber internal UEFA menegaskan Infantino tidak boleh selamat dari skandal kali ini.

Para petinggi sepak bola Eropa sudah mulai mengidentifikasi kandidat pengganti Infantino, jika presiden FIFA itu bertahan hingga pemilihan Maret 2027. Langkah krusial berikutnya adalah meminta asosiasi anggota yang telah menandatangani surat dukungan untuk mencabutnya. Jika cukup banyak surat ditarik, itu bisa menjadi mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Infantino.

Zvonimir Boban, mantan wakil sekretaris jenderal FIFA yang dulu menjadi tangan kanan Infantino, pernah menyatakan kepada The Guardian pada Desember lalu bahwa "jalannya telah hilang" setelah pemberian penghargaan kepada Trump. FIFA tidak akan menemukan jalan kembali selama Infantino masih terlibat dalam operasionalnya.

UEFA berjanji akan merancang metode baru pendistribusian kekayaan FIFA tanpa harus "menjual perak keluarga." Mereka akan menggali cadangan kas miliaran dolar yang menganggur untuk membantu akar rumput di 211 negara anggota. Namun semua itu hanya mungkin terwujud jika Infantino tidak lagi memiliki kata putus dalam setiap keputusan FIFA.

Alternatifnya, FIFA dan sepak bola global akan terus terombang-ambing dari satu bencana ke bencana berikutnya. Bukan hal yang lucu ketika perbincangan publik tentang sepak bola hanya berpusat pada satu orang, egonya, dan proyek-proyek nekatnya. Infantino harus pergi sebelum sepak bola kehilangan arah sepenuhnya.

Topics
gianni infantino fifa uefa mundur skandal fifa krisis kepemimpinan aleksander ceferin piala dunia sepak bola global tata kelola
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.