Copa Sudamericana merupakan kompetisi sepak bola tahunan yang diselenggarakan oleh CONMEBOL, badan sepak bola Amerika Selatan, sejak tahun 2002. Turnamen ini menjadi ajang paling prestisius kedua setelah Copa Libertadores di benua tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kompetisi ini lahir sebagai peleburan dari beberapa turnamen yang sudah tidak berjalan lagi, seperti Copa CONMEBOL, Copa Mercosur, dan Copa Merconorte. Pada awal kemunculannya, klub-klub dari CONCACAF juga sempat diundang untuk berpartisipasi antara 2004 hingga 2008.
Juara Copa Sudamericana berhak tampil di Recopa Sudamericana, yang merupakan ajang supercup Amerika Selatan. Selain itu, mereka juga mendapatkan tiket otomatis ke fase grup Copa Libertadores di musim berikutnya, serta berhadapan dengan juara UEFA Europa League dalam ajang UEFA-CONMEBOL Club Challenge.
Juara bertahan saat ini adalah klub Argentina, Lanús, yang berhasil mengalahkan Atlético Mineiro dari Brasil di final terakhir. Secara keseluruhan, sudah ada 18 klub berbeda yang pernah mencatatkan nama sebagai juara kompetisi ini.
Klub-klub Argentina mendominasi dengan total sepuluh gelar dan delapan klub berbeda menjadi juara. Boca Juniors, Independiente, Lanús, Athletico Paranaense, Independiente del Valle, dan LDU Quito adalah yang paling sukses dengan masing-masing dua trofi. Boca Juniors bahkan menjadi satu-satunya yang meraih gelar beruntun pada 2004 dan 2005.
Format turnamen terus berevolusi. Awalnya menggunakan sistem gugur murni dengan 47 tim, tetapi mulai edisi 2017 mengalami perubahan signifikan. Pada 2021, fase grup diperkenalkan dan jumlah tim diperluas dengan memasukkan empat tim yang tersingkir dari babak ketiga Copa Libertadores.
Dua tahun kemudian, format babak pertama diubah menjadi pertandingan tunggal dan ditambahkan babak knockout sebelum 16 besar. Tim peringkat ketiga dari grup Copa Libertadores juga kini masuk ke babak tersebut untuk melawan runner-up grup Copa Sudamericana.
Trofi kompetisi ini juga dinamai Copa Sudamericana atau sering disingkat la Sudamericana. Slogan promosional La Otra Mitad de La Gloria atau "separuh lain dari kejayaan" menjadi tagline yang melekat dan digunakan luas oleh media berbahasa Spanyol.
Dari sisi pendanaan, CONMEBOL memberikan hadiah uang yang signifikan. Untuk edisi 2023, klub yang bermain di babak pertama mendapat US$225 ribu untuk kandang dan US$250 ribu untuk tandang. Peserta grup menerima US$900 ribu, serta bonus US$100 ribu per kemenangan. Juara membawa pulang US$5 juta, sementara runner-up mendapat US$2 juta.
Puma menjadi pemasok bola resmi mulai 2024 setelah mengakhiri kerja sama 20 tahun CONMEBOL dengan Nike. Bola Puma Cumbre digunakan untuk edisi 2024 di Copa Sudamericana dan Copa Libertadores.
Hak siar kompetisi dipegang oleh DirecTV melalui DSports untuk Amerika Latin kecuali Brasil, sementara DAZN memegang hak di Brasil. Untuk siklus 2023-2026, SBT, ESPN, dan Paramount juga terlibat dalam distribusi hak siar di Brasil.
Catatan menarik, Claudio Morel Rodríguez menjadi satu-satunya pemain dengan tiga medali juara Copa Sudamericana. Sementara itu, LDU Quito dan São Paulo adalah tim dengan jumlah pertandingan terbanyak sepanjang sejarah, masing-masing 50 laga hingga akhir turnamen 2014.