Supercopa Libertadores, yang juga dikenal dengan nama Supercopa Sudamericana atau Supercopa João Havelange, adalah kompetisi sepak bola klub yang diselenggarakan oleh CONMEBOL dari tahun 1988 hingga 1997. Turnamen ini dikhususkan bagi para mantan juara Copa Libertadores, menjadikannya ajang eksklusif yang mempertemukan klub-klub terbaik sepanjang sejarah kompetisi antar klub paling bergengsi di Amerika Selatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sejak edisi pertamanya, turnamen ini terus berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah juara Copa Libertadores baru yang berhak berpartisipasi. Pada tahun 1997, CONMEBOL mengambil keputusan bahwa tim-tim yang berada di posisi terbawah di setiap grup akan terdegradasi untuk mengurangi jumlah peserta. Pada tahun itu, empat klub harus tersingkir, yaitu Velez Sarsfield, Racing Club, dan Boca Juniors dari Argentina, serta Gremio dari Brasil.
Supercopa Libertadores dianggap sebagai kompetisi paling bergengsi kedua di Amerika Selatan pada masanya, berada di bawah Copa Libertadores namun di atas Copa CONMEBOL. Pemenang turnamen ini berhak menghadapi juara Copa Libertadores dalam ajang Recopa Sudamericana. Namun, kompetisi ini akhirnya dihentikan pada tahun 1998 untuk memberi jalan bagi pembentukan Copa Mercosur dan Copa Merconorte, yang kemudian juga digantikan oleh Copa Sudamericana.
Sepanjang sejarahnya, Supercopa Libertadores telah dimenangkan oleh delapan klub berbeda. Cruzeiro dari Brasil dan Independiente dari Argentina menjadi yang paling sukses dengan masing-masing meraih dua gelar. River Plate menjadi juara terakhir kompetisi ini pada edisi 1997. Pada tahun 1998, sempat direncanakan turnamen baru bernama Supercopa Masters yang mempertemukan delapan mantan juara Supercopa, namun akhirnya dibatalkan karena gagal mendapatkan sponsor.
Format kompetisi Supercopa Libertadores mengalami perubahan hampir setiap musim, terutama karena penambahan peserta baru dari juara Copa Libertadores. Satu-satunya syarat untuk mengikuti turnamen ini adalah pernah menjadi juara Copa Libertadores, kecuali Vasco da Gama yang diizinkan bergabung sebagai juara pendahulu Copa Libertadores, yaitu Campeonato Sudamericano de Campeones. Mayoritas edisi menggunakan sistem gugur, kecuali edisi 1997 yang menggunakan fase grup sebelum semifinal.
Setiap babak dalam Supercopa Libertadores dimainkan dalam dua leg. Poin menjadi penentu kelolosan, dengan tiga poin untuk kemenangan, satu untuk hasil imbang, dan nol untuk kekalahan. Jika jumlah poin imbang setelah dua pertandingan, maka selisih gol menjadi penentu, dan jika masih sama, adu penalti dilakukan tanpa perpanjangan waktu. Sistem ini berbeda dengan kompetisi di Eropa yang kerap menggunakan perpanjangan waktu untuk menentukan pemenang.