Rheinstadion, sebuah nama yang melegenda di dunia sepak bola Jerman. Stadion serbaguna yang terletak di tepi Sungai Rhine, Dusseldorf, ini dibangun pada 1926 dan mampu menampung hingga 54.000 penonton di masa kejayaannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Selama hampir setengah abad, Rheinstadion menjadi markas kebanggaan Fortuna Dusseldorf. Klub berjuluk Flingeraner ini menggunakan stadion tersebut sebagai kandang pada periode 1953-1970 dan 1972-2002, menjadikannya saksi bisu berbagai suka duka tim biru-putih tersebut.
Namanya melambung di kancah internasional saat terpilih sebagai salah satu venue Piala Dunia 1974. Stadion ini juga menjadi tuan rumah pertandingan bergengsi pada Kejuaraan Eropa 1988, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ikon olahraga Jerman Barat kala itu.
Tak hanya sepak bola, Rheinstadion juga menjadi rumah bagi tim American Football, Rhein Fire, yang merupakan anggota World League of American Football sejak musim perdana mereka pada 1995. Stadion ini bahkan menjadi tuan rumah final kejuaraan tersebut, World Bowl "99 dan World Bowl X pada 2002.
Dunia musik pun pernah merasakan gemanya. Pada 20 Mei 1993, band metal legendaris Metallica menggelar konser spektakuler di Rheinstadion dalam rangkaian tur Nowhere Else to Roam, dengan The Cult dan Suicidal Tendencies sebagai pembuka.
Namun, semua cerita indah itu harus berakhir. Pada musim panas 2002, tepat setelah pertandingan World Bowl X usai, Rheinstadion mulai diratakan dengan tanah. Keputusan ini diambil setelah stadion dianggap tidak lagi memenuhi standar modern untuk sebuah venue olahraga internasional.
Sebagai penggantinya, sebuah stadion canggih bernama Merkur Spiel-Arena dibangun di lokasi yang sama dan diresmikan pada 2004. Kini, warisan Rheinstadion tetap abadi dalam ingatan para pecinta olahraga dan musik yang pernah merasakan langsung keajaibannya.