Stade de Gerland, yang kini dikenal dengan nama Matmut Stadium de Gerland untuk alasan sponsor, adalah stadion ikonik yang terletak di kota Lyon, Prancis. Saat ini, stadion dengan kapasitas 35.029 kursi ini menjadi markas klub rugby Top 14, Lyon OU. Namun, sejarah panjang stadion ini tidak lepas dari sepak bola, karena selama lebih dari enam dekade, Stade de Gerland menjadi kandang bagi Olympique Lyonnais sebelum mereka pindah ke Parc Olympique Lyonnais pada 2016.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Gagasan pembangunan stadion ini muncul pada 1910 dari Walikota Lyon saat itu, Édouard Herriot. Ia ingin membangun kompleks olahraga yang dilengkapi trek atletik dan velodrom. Arsitek lokal Tony Garnier ditunjuk untuk mendesain dan membangun stadion ini. Konstruksi dimulai pada 1914 dengan target selesai sebelum Pameran Internasional 1914, namun Perang Dunia I memaksa pembangunan dihentikan sementara. Setelah perang usai, pembangunan dilanjutkan dengan bantuan para tawanan perang Jerman, dan stadion mulai berfungsi penuh pada 1920. Peresmian resmi dilakukan oleh Herriot pada 1926.
Awalnya, Stade de Gerland memiliki trek balap sepeda, namun kemudian dihilangkan untuk menambah kapasitas penonton hingga 50.000. Pada 1984, renovasi kecil dilakukan untuk memenuhi standar UEFA Euro 1984, termasuk pembangunan tribun Jean Bouin dan Jean Jaurès. Renovasi besar kembali dilakukan menjelang Piala Dunia 1998, di mana FIFA mewajibkan semua stadion memiliki kursi individual. Tribun utara dan selatan dibongkar total dan dibangun ulang, sementara trek atletik yang tersisa akhirnya dihilangkan. Hasilnya, kapasitas stadion menjadi 40.500 kursi.
Stade de Gerland telah menjadi tuan rumah berbagai turnamen bergengsi. Stadion ini menjadi salah satu venue Piala Dunia Rugby 1954 dan 1972, termasuk menjadi lokasi final pada 1972 yang mempertemukan Great Britain dan Australia. Meski hanya dihadiri 4.231 penonton, laga itu dikenang karena kontroversi saat try Australia dianulir wasit dan kemudian terbukti sah melalui tayangan ulang. Pertandingan berakhir imbang 10-10 setelah perpanjangan waktu, dan Great Britain keluar sebagai juara.
Pada UEFA Euro 1984, stadion ini menjadi tuan rumah tiga pertandingan, termasuk semifinal yang mempertemukan Prancis dengan Portugal di mana Michel Platini mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir. Saat Prancis menjadi tuan rumah Piala Dunia 1998, Stade de Gerland menggelar enam pertandingan, termasuk laga Brasil melawan Maroko di fase grup dan pertandingan babak 16 besar antara Italia dan Norwegia.
Salah satu peristiwa paling tragis dalam sejarah stadion ini terjadi pada 26 Juni 2003. Dalam laga semifinal Piala Konfederasi antara Kamerun dan Kolombia, gelandang Kamerun Marc-Vivien Foé tiba-tiba pingsan di tengah lapangan pada menit ke-72. Meskipun tim medis berupaya keras menyelamatkannya selama 45 menit, ia dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di ruang medis stadion. Otopsi kemudian mengungkapkan bahwa Foé menderita kardiomiopati hipertrofik, kondisi keturunan yang meningkatkan risiko kematian mendadak saat beraktivitas fisik berat.
Selain olahraga, Stade de Gerland juga kerap menggelar konser musik. Sejumlah musisi dunia pernah tampil di stadion ini, termasuk The Rolling Stones, Michael Jackson, David Bowie, Pink Floyd, dan Genesis. Dengan segala sejarah yang terkandung di dalamnya, Stade de Gerland tetap menjadi salah satu stadion paling bersejarah dan berkarakter di Prancis.