FENIX Trophy resmi diakui UEFA sebagai kompetisi sepak bola tahunan yang mempertemukan klub-klub semi-profesional dan amatir dari seluruh Eropa. Turnamen yang pertama kali digelar pada musim 2021-22 ini mengusung semangat persahabatan dan inovasi di tingkat non-profesional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Nama FENIX merupakan akronim dari Friendly, European, Non-professional, Innovative, dan Xenial. Konsep xenial sendiri diambil dari bahasa Yunani kuno yang mencerminkan sikap menghormati perbedaan budaya antarpeserta. Ide awal kompetisi ini dicetuskan oleh Alessandro Aleotti, ketua klub Italia Brera Calcio.
Pertandingan perdana FENIX Trophy terjadi pada 21 September 2021 antara HFC Falke dari Jerman melawan Prague Raptors asal Ceko. Final pertama digelar pada 11 Juni 2022 mempertemukan Prague Raptors dan F.C. United of Manchester, dengan tim asal Inggris keluar sebagai juara perdana.
Meski menyasar klub dengan level setara, turnamen ini menampilkan keragaman sejarah peserta. Ada klub yang baru didirikan, tetapi juga tim dengan pengalaman profesional seperti Beveren dari Belgia yang pernah berlaga di Piala UEFA 2004-05, serta Venus Bucuresti yang tujuh kali juara Liga Ion Rumania.
Jumlah tim terus bertambah setiap musim. Musim 2022-23 diikuti sembilan klub dan dimenangkan BK Skjold dari Denmark. Kemudian pada 2023-24, jumlah peserta meningkat menjadi 12 tim dan F.C. United of Manchester meraih gelar kedua. Edisi 2024-25 bahkan diikuti 16 klub dengan format babak gugur dua leg.
Format turnamen terus berevolusi seiring penambahan peserta. Pada edisi pertama, delapan tim dibagi dalam dua grup dengan juara grup melaju ke final. Musim kedua menggunakan tiga grup masing-masing tiga tim, sementara edisi 2023-24 menerapkan empat grup berisi tiga tim. Pada 2024-25, kompetisi dimulai dengan babak gugur dua leg.
Peserta dipilih berdasarkan kriteria sosial, historis, dan budaya yang luar biasa dari berbagai penjuru Eropa. Kompetisi ini menjadi ajang unik bagi klub-klub non-profesional untuk merasakan atmosfer pertandingan antarnegara. Sebagai penerus spiritual, European Grassroots Trophy diumumkan akan hadir pada musim 2026-27.