Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Mengenal Ramaz Shengelia, Legenda...
OLAHRAGA

Mengenal Ramaz Shengelia, Legenda Dinamo Tbilisi dan Tim Soviet

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 2 Agustus 2026
Potret Ramaz Shengelia, legenda sepak bola Georgia dan Dinamo Tbilisi

Potret Ramaz Shengelia, legenda sepak bola Georgia dan Dinamo Tbilisi

Dunia sepak bola Georgia dan Uni Soviet berduka. Ramaz Shengelia, salah satu striker terbaik era 1970-an dan 1980-an, meninggal dunia pada 21 Juni 2012 di Tbilisi akibat pendarahan otak. Ia tutup usia di 55 tahun.

Pria kelahiran Kutaisi, 1 Januari 1957, ini memulai kariernya di klub kota kelahirannya, Torpedo Kutaisi, pada 1968. Dalam empat musim membela tim yang bermain di Soviet First League itu, Shengelia mencetak 29 gol dari 75 penampilan dan dua kali menjadi topskor klub.

Penampilan apik Shengelia menarik perhatian pelatih Dinamo Tbilisi, Nodar Akhalkatsi. Sang pelatih datang ke Kutaisi untuk memantau langsung aksinya dan rekannya, Tamaz Kostava. Keduanya pun resmi bergabung dengan Dinamo Tbilisi pada 1977.

Musim 1978 menjadi titik balik kariernya. Meski harus bersaing dengan Revaz Chelebadze, Shengelia berhasil menjadi topskor tim dan membawa Dinamo Tbilisi meraih gelar juara liga Soviet untuk kedua kalinya. Atas prestasi itu, ia terpilih sebagai Pemain Terbaik Soviet, mengalahkan nama besar seperti Oleg Blokhin dan Georgi Yartsev.

Puncak karier Shengelia terjadi pada 1981. Ia menjadi motor serangan Dinamo Tbilisi saat menjuarai UEFA Cup Winners" Cup setelah mengalahkan Carl Zeiss Jena di final. Dengan 4 gol sepanjang turnamen, namanya melambung. Ia finis di peringkat 7 dalam nominasi Ballon d'Or, sementara dua rekannya, Aleksandre Chivadze dan David Kipiani, juga masuk dalam daftar.

Musim berikutnya, Dinamo Tbilisi tersingkir di semifinal Piala Winners oleh Standard Liege. Namun, Shengelia tetap keluar sebagai topskor turnamen dengan enam gol, membuktikan ketajamannya di pentas Eropa.

Shengelia pensiun pada 1988, namun setahun kemudian ia kembali bermain untuk klub Swedia, IFK Holmsund, bersama rekannya Tengiz Sulakvelidze. Di kompetisi kasta kedua Swedia itu, ia mencetak 2 gol dari 13 penampilan.

Bersama timnas Soviet, Shengelia tampil dalam 26 pertandingan dan mencetak 10 gol. Ia menjadi bagian skuad Soviet di Piala Dunia 1982, tampil dalam lima laga dan mencetak satu gol. Ia juga memperkuat Soviet di lima laga kualifikasi Piala Dunia.

Setelah Uni Soviet bubar, Shengelia berkarier sebagai asisten pelatih timnas Georgia di bawah Aleksandre Chivadze. Ia juga sempat bekerja di Federasi Sepak Bola Georgia atas undangan mantan pelatihnya, Nodar Akhalkatsi, yang saat itu menjabat sebagai presiden federasi.

Sebagai penghormatan atas jasanya, stadion sepak bola di kota kelahirannya, Kutaisi, dinamai Ramaz Shengelia. Nama pria yang dua kali meraih gelar Pemain Terbaik Soviet itu akan selalu dikenang sebagai salah satu legenda terbesar sepak bola Georgia.

Topics
ramaz shengelia dinamo tbilisi timnas soviet piala winners legenda sepak bola georgia profil pemain uefa pemain terbaik soviet sejarah sepak bola
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.