Berdasarkan laporan yang beredar luas di platform media sosial, sebuah akun Facebook membagikan informasi mengenai pembukaan lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS Kementerian PUPR tahun 2026. Sebagaimana dilaporkan, tautan tersebut mengarahkan pengguna ke situs web eksternal yang meminta pengisian data pribadi secara sensitif seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram aktif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Mengutip laporan dari tim Cek Fakta Liputan6.com, klaim pembukaan formasi tersebut terbukti tidak benar alias hoaks. Dari analisis awak media, selain menggunakan domain situs yang tidak resmi, informasi ini juga mengabaikan fakta struktural bahwa di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PUPR telah resmi dipecah menjadi Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Menanggapi maraknya informasi palsu tersebut, Badan Kepegawaian Negara atau BKN melalui situs resminya menegaskan bahwa seluruh poster atau pengumuman terkait pembukaan CPNS 2026 yang beredar di luar kanal resmi adalah hoaks. Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara BKN Wisudo Putro Nugroho menyatakan bahwa pendaftaran CASN hanya dilakukan melalui portal resmi SSCASN.
"Poster yang beredar juga menunjukkan sejumlah indikasi mencurigakan, mulai dari penggunaan tautan yang bukan domain resmi pemerintah hingga penggunaan narasi yang mendorong masyarakat untuk segera mengklik tautan tertentu," ujar Wisudo dalam pernyataan resminya.
Dari pengamatan tim redaksi, modus penipuan berkedok seleksi CPNS kerap memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk bekerja di instansi pemerintahan. Masyarakat diimbau agar selalu berhati-hati, tidak mudah membagikan data pribadi, serta melakukan verifikasi silang melalui situs resmi pemerintah seperti bkn.go.id.