Pelarian panjang seorang pelaku begal sadis berinisial MR (21) akhirnya terhenti di tangan pihak kepolisian pada Minggu dini hari. Pemuda asal Kelurahan Belawan Bahari ini diringkus setelah berbulan-bulan menjadi buronan atas kasus pembegalan yang merenggut nyawa seorang pengemudi ojek bernama Iman Kurnia di kawasan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, insiden tragis yang terjadi pada Juli 2025 lalu sempat terekam kamera CCTV di Jalan KL Yos Sudarso. Dalam rekaman tersebut, korban Iman Kurnia tengah mengendarai sepeda motornya sebelum tiba-tiba tersungkur akibat hantaman benda keras berupa balok kayu yang dilempar oleh pelaku secara sengaja.
Korban sempat mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit selama dua hari untuk menyelamatkan nyawanya. Namun, luka parah di bagian kepala akibat hantaman balok tersebut membuat nyawa pengemudi ojek malang itu tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo menjelaskan bahwa dari hasil interogasi awal, tersangka MR mengakui perbuatannya melakukan pelemparan balok dengan niat merampas sepeda motor korban. "Tersangka mengakui pelemparan dilakukan untuk membegal korban. Namun, karena melihat korban langsung tidak sadarkan diri, para pelaku panik dan melarikan diri meninggalkan korban di lokasi," ujar Agus Purnomo.
Dari analisis awak media, kasus ini menyoroti betapa nekatnya aksi kejahatan jalanan di wilayah tersebut yang kerap mengabaikan keselamatan nyawa korbannya demi mengincar kendaraan bermotor. Penyelidikan lebih lanjut juga mengungkap bahwa MR bukanlah pemain baru dalam dunia kriminalitas di kawasan Belawan.
Selain aksi pembegalan maut tersebut, rekam jejak kriminal MR mencakup rentetan kejahatan lain seperti perusakan kaca truk, kasus pencurian dengan pemberatan, hingga keterlibatan dalam aksi pembakaran dan perusakan massal yang meresahkan warga sekitar.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa perburuan tidak berhenti hanya pada penangkapan MR seorang. Berdasarkan pengembangan penyidikan, aksi penyerangan brutal tersebut dilakukan oleh MR bersama enam orang rekan lainnya yang identitasnya kini telah dikantongi oleh petugas.
"Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. Kami bersama tim gabungan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya. Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini demi memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban dan keamanan bagi masyarakat Belawan," pungkas AKP Agus Purnomo menutup keterangannya.