Pelarian panjang seorang begal sadis berinisial A (30) yang dikenal sangat licin akhirnya resmi berakhir di kamar mayat RS Bhayangkara Polda Jatim. Pemuda tersebut tewas setelah diterjang timah panas oleh petugas kepolisian akibat nekat melakukan perlawanan sengit saat hendak diamankan pada dini hari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, tindakan tegas dan terukur ini terpaksa diambil oleh jajaran Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim karena tersangka merupakan eksekutor utama yang tega membacok anggota Polres Lumajang, Aiptu Susanto, saat melakukan upaya penangkapan sebelumnya.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menjelaskan bahwa tersangka sangat berbahaya dan kerap berpindah-pindah tempat persembunyian untuk menghindari kejaran petugas. "Jadi setelah kejadian, dia masih berputar-putar di wilayah Lumajang. Malam Jumat sempat kita gerebek rumah milik saudaranya. Tapi melarikan diri," ujar Jumhur saat ditemui di RS Bhayangkara Surabaya.
Dari analisis tim redaksi, perburuan terhadap tersangka memperlihatkan betapa tingginya risiko yang dihadapi oleh aparat penegak hukum dalam membasmi kejahatan jalanan yang melibatkan pelaku bersenjata tajam. Setelah melakukan pelacakan intensif, keberadaan pelaku akhirnya terdeteksi di kawasan Pasuruan.
Pengepungan yang dilakukan pada Sabtu malam di sekitar wilayah Apollo membuahkan hasil ketika polisi mendapati tersangka berada di tempat persembunyiannya bersama seorang rekan. Namun, situasi mendadak memanas ketika pelaku mencoba menyerang petugas menggunakan senjata tajam saat akan diringkus.
"Kami sempat memberikan tembakan peringatan ke udara. Namun tidak digubris oleh tersangka. Karena membahayakan, kami lakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan pelaku. Dia tewas saat perjalanan ke rumah sakit," tambah Jumhur menjelaskan kronologi penangkapan.
Dari tangan pelaku A, aparat kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis celurit dan sebuah helm yang digunakan saat melancarkan aksi kejahatannya. Sementara itu, satu rekan pelaku lainnya yang sempat berada di lokasi berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran ketat petugas.