Dunia pendidikan nasional sempat dihebohkan oleh sebuah insiden kontroversial dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan perhatian khusus dengan mengundang secara langsung sepuluh siswa-siswi SMAN 1 Pontianak ke Istana Wapres di Jakarta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pertemuan hangat ini diadakan menyusul viralnya rekaman video di media sosial yang memperlihatkan salah seorang siswi, Josepha Alexandra Roxa Potifera atau yang akrab disapa Ocha, mendapatkan pengurangan poin meski memberikan jawaban yang benar. Protes yang dilayangkan Ocha saat itu sempat ditolak oleh dewan juri, hingga akhirnya memicu perhatian luas dari warganet serta pimpinan tinggi negara.
Dalam pertemuan tertutup tersebut, Wapres Gibran tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga membagikan sejumlah kiat berharga bagi para pelajar. "Kami diberi motivasi dan tips and trick juga bagaimana caranya nanti untuk ber-public speaking atau untuk berdebat di muka umum," ungkap Ocha saat ditemui awak media seusai audiensi.
Dari analisis pengamat media, langkah proaktif yang diambil oleh Wakil Presiden ini berhasil meredakan ketegangan psikologis para siswa sekaligus mengembalikan semangat belajar mereka. Dukungan moril ini dipandang sangat penting agar insiden teknis di arena perlombaan tidak memadamkan mental juang generasi muda untuk terus berprestasi di masa depan.
Polemik penjurian yang sempat mencuat ini pun berujung pada langkah tegas dari lembaga legislatif. Sebagaimana dilaporkan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani langsung mengambil sikap dengan mengumumkan bahwa babak final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat akan diulang secara menyeluruh dengan pengawasan ketat, serta mengganti seluruh susunan dewan juri lama yang dinonaktifkan.