Konsultan politik Fernando Gabriel Cerimedo menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Santa Cruz de la Sierra setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan percobaan pembunuhan terhadap kekasihnya, Nadia Shirley Beller Delgadillo. Insiden penembakan yang menimpa korban terjadi pada 17 Agustus lalu di depan Hotel Swissotel, di mana korban mengalami luka tembak serius di bagian leher, dada, dan lengan.
Berdasarkan laporan media Infobae, jaksa penuntut umum mengungkapkan bahwa korban sempat menerima ancaman dan serangan dari dua pelaku bersepeda motor saat keluar dari hotel. Investigasi awal menunjukkan bahwa sebelum kejadian, korban sempat dipersuasi oleh Cerimedo untuk mendatangi lokasi tersebut dengan alasan menerima informasi intelijen serta janji adanya perlindungan dari pengawal bersenjata.
Dalam keterangannya di hadapan penyidik, Cerimedo mengaku memiliki hubungan asmara dengan korban sejak Oktober 2025. Ia juga menyebutkan bahwa sehari sebelum kejadian, keduanya sempat mengunjungi klinik karena sang kekasih sedang hamil empat minggu. "Mantap menjaga hubungan dengan banyak pasang surut, namun masih bersama hingga 17 Agustus 2026," ujar Cerimedo dalam berkas pemeriksaan yang dikutip media.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeJaksa mengungkapkan bahwa bukti-bukti yang dikumpulkan mencakup rekaman CCTV, data komunikasi, serta pemeriksaan balistik yang mengarah pada keterlibatan sang konsultan. Selain itu, kondisi korban yang tengah hamil menjadi poin pemberatan dalam dakwaan berdasarkan pasal 252 Bis KUHP Bolivia, mengingat korban harus menjalani operasi akibat patah tulang humerus setelah penembakan tersebut.
Pihak Kejaksaan kini telah mengajukan permohonan penahanan preventif di penjara San Pedro-Chonchocoro untuk mengantisipasi risiko tersangka melarikan diri. Jaksa beralasan bahwa Cerimedo merupakan warga negara Argentina yang tidak memiliki bukti domisili tetap di Bolivia dan sempat dicegat polisi saat hendak menaiki pesawat menuju kota lain pasca-kejadian.