Perselisihan yang sempat viral antara petugas keamanan proyek MRT bernama Fiktor Harefa dengan pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, akhirnya resmi berakhir damai. Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyatakan bahwa kedua belah pihak sepakat menyelesaikan kesalahpahaman tersebut secara kekeluargaan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Proses mediasi lanjutan yang dilangsungkan di Mapolsek Metro Menteng pada Jumat tersebut memakan waktu sekitar enam jam penuh. Pihak kepolisian bersama penasihat hukum memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak untuk meredam ketegangan serta mendengarkan kronologi kejadian secara menyeluruh dari masing-masing sudut pandang.
Kuasa hukum Fiktor, Wiradarma Harefa, mengungkapkan bahwa kesepakatan damai telah ditandatangani setelah kedua belah pihak saling mengakui kesalahan dan kekhilafan spontan yang terjadi di lapangan. "Dengan apa yang difasilitasi oleh Pak Kapolsek dan tim di sini, masing-masing telah menerima, semua mengakui bahwa ada kesalahan, ada arogansi yang terjadi pada saat itu spontan," ujar Wiradarma.
Dalam proses mediasi tersebut, terungkap pula bahwa pengemudi Alphard sempat melakukan tindakan intimidasi seperti menarik kerah baju dan menyuruh Fiktor melakukan push-up di Pos Polisi Thamrin. Kendati demikian, Fiktor memilih untuk berbesar hati memaafkan dan menganggap masalah ini sudah selesai agar bisa kembali fokus pada pekerjaannya.