Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Memanas, Elite PDIP dan AHY Saling...
BERITA

Memanas, Elite PDIP dan AHY Saling Serang Soal Isu Hasut

By Bambang Prasetyo • 3 min read • 2026-06-27
Elite PDIP dan AHY terlibat perang urat saraf terkait polemik hasut politik

Elite PDIP dan AHY terlibat perang urat saraf terkait polemik hasut politik

Dinamika politik nasional kembali memanas menyusul hubungan yang kian merenggang antara PDI Perjuangan dan kubu koalisi pemerintah, khususnya Partai Demokrat. Saling balas argumen antara elite PDI Perjuangan dan kubu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhonoyo atau yang akrab disapa AHY kini menjadi sorotan utama publik. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, tensi tinggi ini bermula dari kritik tajam yang dilontarkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus terhadap pandangan politik AHY mengenai posisi partai banteng di luar pemerintahan.

Menurut laporan yang dihimpun, polemik ini mencuat setelah AHY meminta PDI Perjuangan untuk tetap menyampaikan kritik yang bersifat konstruktif selama berada di luar pemerintahan. Menanggapi permintaan tersebut, Deddy Sitorus secara tegas meminta AHY agar tidak melontarkan pernyataan yang bernada menghasut serta menghormati independensi sikap politik partainya. Mengutip penjelasan Deddy di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, ia mengungkapkan bahwa partainya kerap dituding sebagai dalang di balik berbagai aksi demonstrasi tanpa adanya bukti hukum yang valid.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, tudingan tersebut bahkan sempat menyeret nama kader PDI Perjuangan Andi Widjajanto yang dituduh menggerakkan massa aksi. "Nah, sekarang sama saja. Dituduh-tuduh Andi Widjajanto. Bahkan seorang Menko seperti AHY ngomong, ya jangan menghasut," ujar Deddy. Dari analisis awak media, respons keras PDI Perjuangan ini menunjukkan sensitivitas tinggi partai tersebut terhadap upaya delegitimasi peran mereka sebagai oposisi atau penyeimbang kekuasaan di era pemerintahan saat ini.

Menanggapi reaksi keras tersebut, Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Strategis Partai Demokrat Yan Harahap melayangkan pembelaan dan menyerang balik pernyataan Deddy Sitorus. Yan menilai bahwa ajakan AHY agar seluruh pihak mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan golongan adalah sebuah pesan moral yang sangat objektif. "Kalau ajakan untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan partai saja dianggap hasutan, maka jangan-jangan yang terusik bukan isi pernyataannya, melainkan karena pesannya terlalu benar untuk dibantah," ucap Yan saat dihubungi awak media.

Perdebatan semakin tajam ketika Deddy Sitorus kembali memberikan tanggapan menolak argumen kubu Partai Demokrat yang menganggap pernyataan AHY terlalu benar untuk dibantah. Deddy menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak salah tafsir dalam menangkap maksud dari pernyataan tersebut. "Tidak ada salah tangkap, AHY jelas-jelas bilang boleh kritik asal konstruktif tapi tidak boleh memecah belah bangsa dan mendiskreditkan," kata Deddy. Lebih lanjut, ia juga mengkritik pandangan bahwa oposisi harus selalu menyertakan solusi dalam setiap kritikan karena hal tersebut dinilai menyerupai pola komunikasi era Orde Baru.

Berdasarkan analisis politik terkini, memanasnya hubungan antara PDI Perjuangan dan Partai Demokrat mencerminkan ketegangan struktural dalam konfigurasi kekuasaan dan oposisi di parlemen. Kedua belah pihak tampak kukuh mempertahankan narasi masing-masing demi menjaga marwah politik di hadapan konstituen. Publik kini menanti apakah eskalasi polemik ini akan mereda atau justru berlanjut pada babak baru persaingan opini di panggung politik nasional.

Topics
pdip partai demokrat agus harimurti yudhonoyo deddy sitorus yan harahap politik indonesia dpr ri oposisi pemerintah
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.