Dunia permuseuman global tentu tidak asing lagi dengan nama Victoria and Albert Museum atau yang lebih dikenal dengan singkatan V&A. Terletak di Britania Raya, institusi ini memegang status sebagai museum seni terapan, seni dekoratif, dan desain terbesar di dunia dengan menyimpan lebih dari 2,8 juta objek permanen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Koleksi luar biasa yang dimiliki oleh museum ini mencakup rentang waktu hingga 5.000 tahun sejarah peradaban manusia. Mulai dari era kuno hingga masa kini, artefak yang dipamerkan berasal dari berbagai kawasan seperti Eropa, Amerika, Afrika, hingga Asia.
Berdasarkan catatan sejarah, cikal bakal museum bergengsi ini berawal dari Government School of Design yang didirikan pada tahun 1832. Pemerintah Inggris saat itu mendirikan sekolah tersebut untuk mendongkrak kualitas pendidikan seni dan potensi ekspor industri manufaktur dalam negeri.
Seiring berjalannya waktu, institusi ini mengalami berbagai perpindahan lokasi dan perubahan nama hingga akhirnya resmi menggunakan nama Victoria and Albert Museum. Penamaan tersebut diresmikan langsung oleh Ratu Victoria pada tahun 1899 dalam sebuah upacara peletakan batu pertama bangunan baru.
Transformasi besar terus dilakukan oleh pihak pengelola dari dekade ke dekade untuk memperluas ruang pameran dan meningkatkan aksesibilitas bagi publik. Salah satu pencapaian terbarunya adalah pembukaan Exhibition Road Quarter yang menambah ruang bawah tanah modern seluas ribuan meter persegi untuk pameran temporer.