Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Militer Israel Intensifkan Operasi,...
BERITA

Militer Israel Intensifkan Operasi, Pemukim Picu Kekacauan

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 2026-07-26
Suasana ketegangan di Tepi Barat menyusul operasi militer Israel dan aksi pemukim

Suasana ketegangan di Tepi Barat menyusul operasi militer Israel dan aksi pemukim

Militer Israel meluncurkan operasi militer agresif di Tepi Barat yang diduduki dengan menyerbu berbagai kota dan desa serta menahan ratusan warga Palestina. Operasi berskala luas ini dilakukan di tengah meningkatnya serangan oleh pemukim Yahudi yang mengamuk sebagai respons atas insiden baku tembak di sebuah desa dekat Nablus yang menewaskan empat warga Palestina dan dua tentara Israel.

Operasi yang diperintahkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tersebut semakin intensif pada hari Minggu, sementara para pemukim bertindak semakin beringas dengan merusak desa-desa dan mencoba membakar dua masjid. Di kota Qusra, tenggara Nablus, para pemukim membakar Masjid Al-Rahma dan mencoret dindingnya dengan slogan bertuliskan "Dendam Yahudi" menurut keterangan kepala dewan desa Abdel Azim Wadi.

Serangan serupa juga menyasar sebuah masjid di desa Kour, selatan Tulkarem, di mana para jamaah berhasil memadamkan api sebelum membakar bangunan utama. Selain itu, pasukan Israel menggelar penggerebekan malam hari di berbagai wilayah termasuk Rafidia, Huwara, dan Masafer Yatta, serta menangkap puluhan warga di berbagai kota seperti Tal, Ramallah, Jenin, dan Hebron.

Bentrokan berdarah yang memicu respons militer keras tersebut bermula di desa Tal, barat daya Nablus, ketika sekelompok pemukim bersenjata mendekati desa dengan maksud memicu kekerasan. Warga desa yang keluar rumah untuk menghadapi para pemukim berujung pada konfrontasi setelah tentara Israel tiba di lokasi, yang kemudian berujung pada aksi saling rebut senapan dan baku tembak.

Letnan Kolonel Ella Waweya selaku juru bicara tentara Israel menyatakan bahwa pihaknya menggerebek rumah-rumah di Tal yang dicurigai terlibat dalam kekerasan tersebut untuk persiapan penyegelan sementara sebelum dibongkar. Praktik penghancuran rumah ini kerap dikecam oleh kelompok hak asasi manusia sebagai bentuk hukuman kolektif yang melanggar hukum internasional.

Phyllis Bennis, seorang pengamat dari Institute for Policy Studies, menilai bahwa para pemukim Israel tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan yang mereka lakukan. "Kami melihat peningkatan kejahatan perang secara langsung," ujarnya kepada Al Jazeera, sembari menambahkan bahwa dukungan negara membuat garis batas antara tentara dan pemukim menjadi sangat kabur.

Topics
israel palestina tepi barat konflik militer nablus internasional
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.