Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Misteri Penculikan Atlet Golf...
BERITA

Misteri Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Ternyata Disuruh Ibu

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 1 Agustus 2026
Ilustrasi tanda tanya kasus dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya di Jakarta

Ilustrasi tanda tanya kasus dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya di Jakarta

Misteri di balik kabar hilangnya atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay, yang dilaporkan diculik akhirnya mulai terungkap. Jesslyn yang berusia 34 tahun itu ternyata dibawa pergi oleh orang-orang suruhan ibunya sendiri, usai dilaporkan menghilang dari sebuah restoran di kawasan Jakarta Pusat.

Peristiwa yang menggemparkan itu dilaporkan terjadi pada Senin, 13 Juli 2026 malam. Jesslyn saat itu dijadwalkan menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran, namun kabar yang beredar ia diculik oleh orang tak dikenal. Kini polisi mengungkap fakta bahwa pelaku pembawaan adalah utusan dari ibunya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi adanya orang-orang yang diperintahkan oleh ibu Jesslyn untuk menjemput putrinya. "Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7).

Setelah dibawa dari restoran, Jesslyn diketahui terbang ke Semarang, Jawa Tengah, sebelum melanjutkan perjalanan ke luar negeri. Berdasarkan data manifes penerbangan, atlet golf tersebut terbang menuju Kuala Lumpur, Malaysia, dan kemudian ke Bangkok, Thailand, pada Selasa (14/7), sehari setelah dugaan penculikan.

Roby menjelaskan, ibu Jesslyn bersama dengan tantenya turut dalam penerbangan tersebut. "Jesslyn kami dapat informasi dia mulai dari TKP, terus kemudian ke Semarang. Kemudian naik pesawat dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia, lanjut ke Bangkok. Itu bersama dengan ibunya dan tantenya," jelasnya.

Polisi menduga motif di balik tindakan sang ibu adalah karena ketidaksetujuan atas hubungan Jesslyn dengan kekasihnya, Evan. "Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya," kata Roby.

Kasus ini berawal dari laporan hilangnya Jesslyn yang diajukan oleh temannya berinisial NA ke Polres Metro Jakarta Pusat. Namun belakangan NA mencabut laporannya setelah muncul kabar bahwa Jesslyn berada di Semarang dan telah terbang ke Malaysia.

Kekasih Jesslyn, Evan, menjadi sosok yang pertama kali mencium kejanggalan. Evan mengaku sempat mengantar Jesslyn ke restoran untuk memberikan kue ulang tahun. Namun sekitar pukul 21.30 WIB, Evan tidak bisa menghubungi Jesslyn dan mendatangi restoran untuk mencari tahu keberadaannya.

Kuasa hukum Evan, Andi Darti, menuturkan bahwa Evan mendapat informasi dari saksi di lokasi bahwa Jesslyn diculik. "Nah, akhirnya dia diberi tahu ada peristiwa Jesslyn diikat matanya, dibekap, baru digendong secara paksa, dimasukkan ke mobil. Jesslyn sempat memberontak, minta tolong, sempat keluar dari mobil tetapi didorong lagi," tuturnya.

Polisi masih mendalami apakah kepergian Jesslyn bersifat sukarela atau ada unsur pidana penculikan. AKBP Roby menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya berkomunikasi langsung dengan Jesslyn untuk memastikan kronologi sebenarnya dan mencari bukti adanya paksaan psikis maupun fisik.

"Ini tergantung dari bagaimana pengakuannya Jesslyn. Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, sampai Bangkok dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya," jelas Roby.

Polres Metro Jakarta Pusat pun telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di restoran tersebut. Namun hasil penelusuran polisi, tidak ditemukan rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di lokasi kejadian sehingga menyulitkan proses penyelidikan visual.

Sementara itu, Evan terus berupaya menghubungi Jesslyn melalui telepon, email, dan media sosial, namun hingga kini belum mendapat respons. Evan bahkan sempat melacak sinyal ponsel Jesslyn yang disebut masih memancar dari rumah orang tuanya di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Topics
jesslyn wijaya atlet golf penculikan polres jakarta pusat akbp roby heri saputra ibu suruh kuala lumpur evan kasus viral hilang kontak
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.