Republik Sosialis Soviet Ukraina atau yang lebih dikenal dengan Ukraina Soviet (UkrSSR) adalah salah satu republik konstituen Uni Soviet yang berdiri dari 1922 hingga 1991. Sebagai negara kuasi di bawah model satu partai, Ukraina Soviet diperintah oleh Partai Komunis Uni Soviet melalui cabang republiknya, Partai Komunis Ukraina. Pada masa jayanya, republik ini menjadi kekuatan ekonomi dan politik terbesar kedua setelah Rusia di bawah pemerintahan Moskow.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Awal mula pembentukan Ukraina Soviet dimulai setelah Revolusi Bolshevik, tepatnya pada Desember 1917, ketika pemerintahan soviet pertama diproklamasikan di Kharkov. Namun, pendirian ini memicu Perang Ukraina-Soviet melawan Republik Rakyat Ukraina yang merdeka. Konflik berkepanjangan itu baru mereda dan Ukraina secara resmi menjadi bagian dari Uni Soviet pada 30 Desember 1922, bersama dengan Rusia, Belarus, dan Transkaukasia.
Salah satu babak paling kelam dalam sejarah Ukraina Soviet adalah Holodomor, bencana kelaparan besar yang terjadi pada 1932-1933. Kebijakan kolektivisasi paksa dan perampasan gandum oleh pemerintah Stalin menyebabkan jutaan jiwa melayang. Meski kini banyak pihak menyebutnya sebagai genosida, PBB baru mengkategorikannya sebagai "tragedi besar", sementara beberapa negara seperti Jerman dan AS telah mengakuinya sebagai genosida pasca invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Perang Dunia II membawa kehancuran besar bagi Ukraina Soviet. Jerman Nazi menduduki wilayahnya pada 1941, menyebabkan kematian sekitar 6,8 juta warga sipil dan militer Ukraina. Setelah perang, Ukraina justru mendapatkan perluasan wilayah, termasuk aneksasi Transcarpathia dari Cekoslowakia dan bagian timur Polandia. Pada 1945, Ukraina Soviet menjadi salah satu pendiri PBB, sebuah status istimewa yang memungkinkannya memiliki suara sendiri di badan dunia tersebut.
Era kepemimpinan Nikita Khrushchev membawa angin segar dengan kebijakan destalinisasi dan Ukrainaisasi parsial. Namun, di bawah Leonid Brezhnev, kebijakan Russifikasi kembali menguat. Perlawanan dari kalangan intelektual dan gerakan disiden, seperti pembentukan Kelompok Helsinki Ukraina pada 1976, terus terjadi meskipun harus menghadapi represi keras dari otoritas Soviet.
Memasuki era 1980-an, kebijakan Glasnost dan Perestroika yang digagas Mikhail Gorbachev memicu kebangkitan nasionalisme di Ukraina. Gerakan Rukh dan demonstrasi besar-besaran menuntut reformasi dan pengakuan atas tragedi Holodomor. Puncaknya terjadi pada 24 Agustus 1991, ketika Parlemen Ukraina mendeklarasikan kemerdekaan, diikuti dengan referendum pada 1 Desember yang dimenangkan oleh 92,3 persen suara rakyat yang menginginkan Ukraina lepas dari Uni Soviet.
Secara administratif, Ukraina Soviet terbagi menjadi 25 oblast dengan Kiev sebagai ibu kota sejak 1934, menggantikan Kharkov. Secara ekonomi, republik ini menjadi tulang punggung industri Soviet, terutama di bidang metalurgi dan pertambangan batu bara di kawasan Donbas. Meski demikian, ketergantungan pada industri berat dan kurangnya investasi membuat pertumbuhan ekonomi melambat drastis pada 1970-an hingga akhir kekuasaan Soviet.
Setelah kemerdekaan, Ukraina resmi menjadi penerus sah Ukraina Soviet dan mempertahankan kursi di PBB. Proses transisi ini diwarnai dengan pengadopsian konstitusi baru pada 1996 dan pengakuan internasional atas perbatasannya. Kini, sejarah Ukraina Soviet menjadi bagian penting dalam narasi besar perjuangan bangsa Ukraina mempertahankan identitas dan kedaulatannya di tengah gempuran kekuatan besar.