Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / ASEAN dan Jepang Sepakat Perkuat...
EKONOMI

ASEAN dan Jepang Sepakat Perkuat Rantai Pasok, Ketahanan Ekonomi Kawasan

By Bambang Prasetyo • 2 min read • 25 Juli 2026
Pertemuan ASEAN dan Jepang menyepakati penguatan rantai pasok dan energi di Bangkok

Pertemuan ASEAN dan Jepang menyepakati penguatan rantai pasok dan energi di Bangkok

Kawasan Asia Tenggara dan Jepang kembali mempererat hubungan strategis mereka melalui langkah nyata dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang kian dinamis. Berdasarkan laporan ANTARA, ASEAN dan Jepang secara resmi mengadopsi Deklarasi Bersama Gugus Tugas Dialogue for Innovative and Sustainable Growth (DISG) untuk memperkuat ketahanan rantai pasok, keamanan ekonomi, serta transisi energi di tengah berbagai ketidakpastian geopolitik.

Pengesahan dokumen penting tersebut berlangsung dalam rangkaian pertemuan DISG ke-18 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Pertemuan tingkat tinggi ini dirancang sebagai pedoman strategis yang mengintegrasikan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dari kedua belah pihak dalam membangun ekosistem ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.

Dalam pernyataan resminya, Ketua DISG Masuo Kuremura menjelaskan bahwa kerja sama bilateral dan regional ini berfokus pada empat pilar utama. "Saya menegaskan pentingnya konsultasi intensif dengan negara-negara ASEAN guna memperkuat ketahanan industri," ujar Masuo terkait fokus utama pengembangan pilar-pilar strategis tersebut.

Empat pilar utama yang disepakati mencakup ketahanan rantai pasok, kolaborasi inovasi, investasi digital serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), dan percepatan transisi energi hijau. Selain itu, inisiatif seperti program Fast Track Pitch dan penguatan sektor semikonduktor turut menjadi sorotan dalam upaya mendorong daya saing kawasan.

Dari analisis awak media, langkah strategis ini menunjukkan respons proaktif ASEAN dan Jepang dalam menghadapi persaingan investasi global yang semakin ketat, terutama dengan hadirnya dominasi pemain ekonomi lain di kawasan Asia. Melalui skema seperti Asia Zero Emission Community Plus (AZEC+), kerja sama ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan dekarbonisasi sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi.

Pertemuan tersebut juga diwarnai dengan berbagai masukan konstruktif dari perwakilan kamar dagang regional, termasuk usulan pengakuan tenaga kerja ahli, reintegrasi pekerja migran, serta peningkatan ketertelusuran rantai pasok. Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang pun menyatakan komitmennya untuk merespons dinamika kebutuhan pelaku usaha secara lebih responsif.

Topics
asean jepang rantai pasok transisi energi disg ekonomi regional investasi
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.