Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Dorong Mandatori Bioetanol, Pakar...
EKONOMI

Dorong Mandatori Bioetanol, Pakar Usul Pungut Tarif Impor Bensin

By Bambang Prasetyo • 1 min read • 1 Agustus 2026
Ilustrasi kilang minyak dan bahan bakar bioetanol untuk transisi energi hijau di Indonesia

Ilustrasi kilang minyak dan bahan bakar bioetanol untuk transisi energi hijau di Indonesia

Pemerintah didorong untuk segera mencari sumber pembiayaan alternatif guna mengoptimalkan program mandatori bioetanol di Tanah Air. Salah satu langkah strategis yang dinilai paling rasional adalah dengan menerapkan kebijakan pungutan impor atau import levy terhadap komoditas bensin fosil serta gula.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute Tungkot Sipayung mengungkapkan bahwa pengenaan pungutan pada bahan bakar minyak impor sangat sejalan dengan visi transisi energi. Kebijakan ini dianggap logis karena langsung menyasar sektor energi fosil yang ingin dikurangi ketergantungannya melalui substitusi bioetanol domestik.

Ia menjelaskan bahwa kombinasi dana dari pungutan impor bensin fosil dan gula diyakini sanggup menopang pendanaan program mandatori bioetanol. Langkah pendanaan tersebut diproyeksikan mampu membawa program transisi energi nasional bergerak mulus dari tahapan E10 menuju target E20.

Selain bensin, komoditas gula turut menjadi sorotan utama dalam usulan kebijakan fiskal ini. Berdasarkan catatan Paspi, volume impor gula ke Indonesia saat ini telah menyentuh angka sekitar 4 juta ton setiap tahunnya dan menunjukkan tren yang terus merangkak naik.

Topics
bioetanol energi terbarukan impor bensin paspi bbm transisi energi ekonomi hijau
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.