Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian terus mematangkan rencana swasembada susu nasional. Meski demikian, langkah tersebut harus menghadapi jalan terjal lantaran produksi susu dari peternak lokal di tanah air saat ini masih sangat minim.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat serius dalam membangun ketahanan pangan nasional. Capaian swasembada sudah berhasil diraih pada komoditas beras dan jagung, namun komoditas susu masih membutuhkan perjuangan ekstra.
"Namun masih banyak komoditas lain yang harus segera kita kejar dengan cepat swasembadanya, termasuk susu. Tapi hampir 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui impor," kata Hanif saat ditemui di KPSBU Lembang, Jumat (24/7/2026).
Hanif mengungkapkan bahwa produksi susu nasional saat ini bahkan belum menyentuh angka satu juta ton per tahun. Pasokan susu yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagian besar didatangkan dari Australia yang memiliki lahan peternakan sangat luas.
"Yang jelas, sebagian besar produksi memang berasal dari wilayah yang memiliki areal peternakan cukup luas, itu dari Australia. Kalau Australia itu 800 juta hektar lahannya, sementara kita hanya 200 juta hektare," ujar Hanif.
Berdasarkan data kementerian, produksi susu nasional saat ini didominasi oleh tiga provinsi di Pulau Jawa. Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar dengan 57,9 persen, disusul Jawa Barat mendekati 30 persen, dan Jawa Tengah sekitar 9 persen, sementara sisanya tersebar di provinsi lain.
Selain keterbatasan lahan, produktivitas sapi perah lokal juga menjadi kendala utama. Rata-rata produksi susu di Indonesia masih berada di bawah 12 liter per ekor per hari, jauh tertinggal dari peternakan modern yang mampu menghasilkan hingga 34 liter per ekor per hari.
Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah berencana menggandeng akademisi dari berbagai perguruan tinggi guna melakukan kajian dan simulasi teknis. Pemerintah juga menargetkan peningkatan populasi sapi secara cepat serta intervensi ketersediaan lahan pakan agar target swasembada susu dapat tercapai pada 2035.