Sosok Warren Buffett dikenal luas sebagai investor legendaris di balik kesuksesan Berkshire Hathaway. Namun, sedikit yang mengetahui pendekatan unik yang diterapkan oleh pria berjuluk Oracle of Omaha ini dalam mendidik ketiga buah hatinya, Susie, Howard, dan Peter.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berbeda dari ekspektasi kebanyakan orang kaya raya, Buffett tidak pernah memaksakan anak-anaknya untuk mengejar gelar sarjana atau pekerjaan bergengsi demi status. Uniknya, tidak satupun dari ketiga anaknya yang berhasil merampungkan pendidikan tinggi hingga mendapatkan ijazah sarjana.
Putri sulungnya, Susie, sempat hampir menyelesaikan studinya sebelum memutuskan berhenti hanya karena kekurangan tiga SKS. Sementara itu, kedua saudaranya, Howard dan Peter, juga memilih keluar dari bangku kuliah demi merintis jalan hidup mereka masing-masing.
Dalam sebuah kesempatan, Buffett bahkan pernah melontarkan gurauan mengenai riwayat pendidikan anak-anaknya tersebut. "Anak-anak saya, jika kredit mereka digabungkan, Anda akan mendapatkan satu gelar," candanya suatu ketika.
Alih-alih memarahi mereka karena meninggalkan bangku kuliah, Buffett justru memberikan kebebasan penuh bagi anak-anaknya untuk mengeksplorasi minat dan kemampuan diri. Ia selalu menanamkan pemikiran agar mereka mencari pekerjaan yang bermakna alih-alih mengikuti jalur yang dianggap lumrah.
Berkat kebebasan tersebut, ketiga anaknya tumbuh dengan jalur karier yang sangat beragam dan sukses di bidangnya masing-masing. Susie fokus pada dunia filantropi dan pendidikan, Howard memilih berkarier sebagai petani sekaligus konservasionis, sementara Peter sukses menjadi musikus peraih penghargaan Emmy.
Prinsip kemandirian ini juga diterapkan oleh Buffett dalam hal pewarisan harta kekayaan bernilai fantastis. Memiliki kekayaan lebih dari USD 100 miliar, ia berkomitmen untuk mendonasikan lebih dari 99 persen hartanya alih-alih meninggalkan warisan raksasa bagi keluarganya.
Menurut Buffett, tujuan utama pemberian finansial adalah memberikan keleluasaan dalam hidup tanpa menghilangkan etos kerja dan motivasi untuk berjuang. Ia ingin anak-anaknya memiliki cukup ruang untuk berkembang, tetapi tetap harus membangun kesuksesan dengan usaha mereka sendiri.