Maraknya konten generatif berbantuan kecerdasan buatan (AI) kini kian merambah industri musik digital. Platform streaming musik populer, Deezer, melaporkan bahwa lebih dari separuh lagu baru yang diunggah ke perpustakaan musiknya pada Juni 2026 merupakan lagu yang dihasilkan oleh AI.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Angka tersebut mencakup lebih dari 90.000 trek baru yang sama sekali tidak diciptakan oleh manusia. Tren ini menunjukkan peningkatan yang sangat pesat dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, di mana porsi musik AI tercatat sebesar 44 persen pada April dan 30 persen pada Desember lalu.
Deezer mampu mengidentifikasi fenomena ini karena telah mengembangkan alat pemindai dan pendeteksi AI secara mandiri. Platform ini secara otomatis melabeli musik buatan AI serta mengecualikannya dari daftar rekomendasi maupun playlist pengguna.
Untuk mengatasi gelombang musik AI yang kian tak terkendali, Deezer mengumumkan langkah lanjutan yang lebih agresif. Pihak perusahaan menegaskan komitmennya untuk membersihkan platform dari konten musik berkualitas rendah yang berpotensi merugikan industri.
"Ke depannya, Deezer secara sistematis akan menghapus trek AI yang digunakan untuk manipulasi streaming, serta lagu-lagu AI yang tidak diputar sama sekali selama minimal 6 bulan," ungkap pihak Deezer.
Praktik manipulasi atau "streaming fraud" umumnya dilakukan dengan mengunggah ribuan lagu buatan AI secara masal untuk meraih keuntungan royalti secara tidak sah. Skema pemutaran musik digital yang membagi pendapatan berdasarkan total jumlah putaran dimanfaatkan oleh oknum penipu untuk mengeruk keuntungan dari potongan kue royalti.
Meskipun belum dipastikan sejauh mana tindakan ini dapat menekan jumlah unggahan musik buatan AI, langkah tegas Deezer mendapatkan apresiasi dari pencinta musik. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata dalam menjaga ekosistem dan apresiasi terhadap karya seniman manusia.