Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara tegas mengajak seluruh santri di tanah air untuk mulai memperkuat karakter sekaligus menguasai keterampilan berwirausaha. Seruan penting ini disampaikan oleh Wapres saat membuka acara Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia atau PERMATA CAI Ke-47 Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada hari Senin.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, langkah strategis ini dinilai krusial mengingat Indonesia diprediksi akan segera menghadapi puncak bonus demografi pada rentang tahun 2030 hingga 2045. Mengutip pernyataan resminya, "Anak muda harus diperluas wawasannya, diperkuat akhlak serta karakternya, dan diberi bekal kemandirian serta keterampilan berwirausaha karena Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi tahun 2030-2045 nanti," ujar Wapres Gibran saat memberikan arahan.
Dari analisis awak media, penekanan terhadap sektor kewirausahaan bagi kalangan santri merupakan angin segar dalam menciptakan kemandirian ekonomi umat berbasis pesantren. Kegiatan PERMATA CAI 2026 dinilai sangat selaras dengan visi besar pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing tinggi, serta mampu memperkuat ekosistem ekonomi syariah secara berkelanjutan di masa depan.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya tersebut, Wakil Presiden juga menyempatkan diri untuk meninjau sekaligus berdialog langsung dengan para pengelola Al Qomar Bakery yang berlokasi di dalam kompleks Pondok Pesantren Wali Barokah. Tempat usaha ini diketahui tidak hanya menjadi sarana operasional ekonomi, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan kewirausahaan nyata bagi para santri.
Keaktifan unit usaha roti tersebut turut mendapat apresiasi langsung setelah melihat ragam produk yang ditawarkan serta pemanfaatan platform digital yang masif. "Al Qomar Bakery, ada 40 varian produk. Benar ibu ya? Menarik. Saya lihat sosial medianya juga aktif," puji Wapres Gibran saat berdialog dengan pengelola.
Sementara itu, pemilik Al Qomar Bakery, Uswatun Hasanah, menceritakan bahwa perjalanan bisnis tersebut dirintis berkat adanya dukungan bantuan awal dari Kementerian Perindustrian. "Ini juga berawal dari bantuan dari Kementerian Perindustrian. Terus kita kembangkan untuk kemandirian santri, untuk melanjutkan nanti keluar dari pondok bisa berwirausaha. Akhirnya kita kembangkan bisa menjadi sebesar ini," jelas Uswatun kepada rombongan.
Menanggapi keberhasilan model bisnis tersebut, Wapres Gibran berharap agar praktik baik pemberdayaan ekonomi santri lewat industri roti ini dapat diadopsi secara luas. "Ini bagus sekali dan saya harap bisa direplikasi di pondok pesantren lain," ungkap beliau seraya mendorong perluasan program serupa ke berbagai wilayah lainnya di Indonesia.
Selain fokus pada isu kemandirian ekonomi dan bonus demografi, Wakil Presiden juga tidak lupa mengingatkan para peserta perkemahan untuk senantiasa merawat persatuan serta menjaga nilai-nilai toleransi. Menurut pengamatan tim redaksi, pesan perdamaian ini sangat mendesak disampaikan guna membentengi generasi muda dari potensi perpecahan serta paparan informasi palsu.
"Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya kabar bohong karena kita harus saling menguatkan, saling menjaga, dan saling topang, karena tidak ada satu negara pun yang bisa melakukan pembangunan dalam kondisi tidak stabil, tidak bersatu dan terpecah belah," tegas Wapres Gibran di hadapan ribuan peserta yang memadati lokasi acara.