Board of Peace (BoP) resmi menetapkan batas komitmen finansial bagi pemerintahan masa depan Gaza, National Committee for the Administration of Gaza (NCAG), maksimal sebesar US$400 juta. Keputusan ini tertuang dalam peta jalan implementasi Comprehensive Peace Plan for Gaza yang digagas Presiden AS Donald Trump, sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam dokumen peta jalan itu, komite yang akan mengelola Gaza nantinya bertugas meninjau dan menyelesaikan kewajiban finansial kepada pemasok, kontraktor, dan pihak terkait lainnya. Langkah ini akan dilakukan secara bertahap selama tiga tahun, sesuai dengan prioritas yang ditentukan NCAG, sementara hak-hak finansial yang belum terselesaikan akan ditangani kemudian melalui proses nasional Palestina yang lebih luas sesuai hukum yang berlaku.
Selain mengatur komitmen finansial, NCAG juga bertanggung jawab memastikan kelangsungan institusi sipil dan pelayanan publik di Gaza. Komite akan memperlakukan pegawai negeri sesuai hukum Palestina, melakukan audit menyeluruh atas keuangan dan administrasi Gaza dengan dukungan internasional, serta melindungi, memulihkan, dan mengelola aset serta sumber daya publik.
Pengumuman ini berbarengan dengan pernyataan Trump bahwa telah tercapai kesepakatan untuk pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza secara menyeluruh. Sebagai bagian dari kesepakatan, pasukan Israel akan ditarik secara bertahap seiring dengan berjalannya proses. Trump menyebut Mesir, Qatar, dan Turkiye sebagai mitra kunci yang membantu mewujudkan apa yang ia sebut sebagai "terobosan bersejarah".
Seorang pejabat AS yang berbicara tanpa menyebut nama menjelaskan bahwa pendekatan kali ini berbeda dari upaya sebelumnya karena didukung kerangka strategis yang jelas dan implementasi yang disiplin. Pejabat tersebut menegaskan bahwa AS akan memastikan Israel juga mematuhi komitmennya, dan berharap proses ini dapat membawa Gaza keluar dari masa lalu menuju masa depan yang lebih baik.
Terkait kepatuhan Israel terhadap kesepakatan penarikan pasukan, pejabat AS menyatakan keyakinannya bahwa Israel akan mematuhi 20 poin kesepakatan yang telah disetujui. Namun, ia mengingatkan bahwa jika Israel tidak patuh, Presiden Trump akan sangat kecewa. Dalam beberapa minggu ke depan, rincian teknis akan terus dimatangkan, dengan target kemajuan signifikan dapat terlihat dalam satu atau dua bulan ke depan.
Sementara itu, di sisi keamanan, peta jalan menyebutkan bahwa pasukan stabilisasi internasional akan bekerja bersama kepolisian Palestina yang baru untuk mengambil alih tanggung jawab keamanan di Gaza. Pejabat AS kedua juga menyatakan bahwa meskipun Israel dan Hamas saling tidak percaya, kedua pihak akan tetap berpegang pada komitmen mereka dalam proses ini.