Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa serangan mematikan Ukraina terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia "tidak boleh dibiarkan begitu saja" serta menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam sebuah unggahan di media sosial pada hari Minggu, Araghchi turut menuduh Israel berada di balik provokasi serangan tersebut dengan tujuan untuk menyeret negara-negara Eropa agar terlibat langsung ke dalam pusaran konflik.
Serangan yang dilancarkan Ukraina pada hari Sabtu tersebut menyebabkan kapal komersial yang disasarnya meledak hingga menewaskan seorang pelaut serta melukai beberapa awak kapal lainnya, berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian Luar Negeri Iran.
Di sisi lain, Ukraina menyatakan bahwa operasi militer jarak jauh tersebut menyasar kapal perang Rusia serta kapal-kapal yang digunakan untuk mengangkut kargo militer terkait Iran di kawasan Laut Kaspia.
Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, melayangkan peringatan keras bahwa Ukraina akan segera menghadapi konsekuensi atas tindakan yang ia nilai sebagai langkah keliru tersebut.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memuji hasil kuat dari operasi serangan jarak jauh di Laut Kaspia, sembari menuding adanya kerja sama militer antara Rusia dan Iran dalam pertukaran data pengintaian satelit.