Iran menyatakan kesiapannya untuk menghentikan seluruh serangan militer selama Amerika Serikat (AS) juga tidak melanjutkan kampanye pengeboman ke wilayahnya. Pernyataan tersebut muncul setelah militer AS memutuskan untuk menghentikan sementara serangan udara selama dua hari terakhir guna memberikan ruang bagi upaya diplomasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Meski situasi terpantau lebih kondusif, Teheran mengaku masih bersikap skeptis dan meragukan apakah jeda serangan ini benar-benar menandai perubahan sikap yang permanen dari Washington. Seorang pejabat senior Iran yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa posisi negaranya tetap berpegang teguh pada prinsip "serangan dibalas serangan".
"Jika serangan berhenti, Iran juga akan menghentikan operasinya. Pesan itu sudah disampaikan kepada Amerika Serikat," ujar pejabat tersebut kepada Reuters pada Minggu. Selama hampir dua pekan sebelumnya, militer AS terus melancarkan serangan udara sebagai respons atas tindakan Teheran terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Sejak Pentagon menghentikan operasi pengeboman pada Jumat malam, tidak ada laporan serangan udara baru dari pihak AS maupun balasan dari Iran selama akhir pekan. Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mike Waltz, menyatakan bahwa Presiden Donald Trump sengaja memberikan kesempatan bagi pembicaraan agar jalur damai dapat kembali ditempuh.