Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Iran Janji Hentikan Serangan,...
INTERNASIONAL

Iran Janji Hentikan Serangan, Asalkan AS Setop Aksi Militer

By Dewi Lestari • 2 min read • 2026-07-27
Ilustrasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah

Ilustrasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah

Iran menyatakan kesiapannya untuk menghentikan seluruh serangan militer selama Amerika Serikat (AS) juga tidak melanjutkan kampanye pengeboman ke wilayahnya. Pernyataan tersebut muncul setelah militer AS memutuskan untuk menghentikan sementara serangan udara selama dua hari terakhir guna memberikan ruang bagi upaya diplomasi.

Meski situasi terpantau lebih kondusif, Teheran mengaku masih bersikap skeptis dan meragukan apakah jeda serangan ini benar-benar menandai perubahan sikap yang permanen dari Washington. Seorang pejabat senior Iran yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa posisi negaranya tetap berpegang teguh pada prinsip "serangan dibalas serangan".

"Jika serangan berhenti, Iran juga akan menghentikan operasinya. Pesan itu sudah disampaikan kepada Amerika Serikat," ujar pejabat tersebut kepada Reuters pada Minggu. Selama hampir dua pekan sebelumnya, militer AS terus melancarkan serangan udara sebagai respons atas tindakan Teheran terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Sejak Pentagon menghentikan operasi pengeboman pada Jumat malam, tidak ada laporan serangan udara baru dari pihak AS maupun balasan dari Iran selama akhir pekan. Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mike Waltz, menyatakan bahwa Presiden Donald Trump sengaja memberikan kesempatan bagi pembicaraan agar jalur damai dapat kembali ditempuh.

Topics
iran amerika serikat donald trump konflik militer selat hormuz diplomasi timur tengah pentagon
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.