Final Piala Winners Cup ke-34 mempertemukan wakil Inggris, Arsenal, dengan juara bertahan asal Italia, Parma, di Parken Stadium, Copenhagen, pada 4 Mei 1994. Laga ini menjadi panggung bagi ketangguhan pertahanan The Gunners yang terkenal. Arsenal keluar sebagai juara usai menang tipis 1-0 berkat gol tunggal Alan Smith, sekaligus mengukuhkan diri sebagai klub London keempat yang meraih trofi ini setelah Tottenham Hotspur, Chelsea, dan West Ham United.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Parma datang dengan ambisi besar menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar Piala Winners secara berturut-turut. Namun, lima klub sebelumnya yang mencapai final dua tahun beruntun semuanya gagal. Bagi Parma, ini juga menjadi pertemuan pertama mereka dengan lawan asal Inggris. Sementara Arsenal sudah lebih berpengalaman menghadapi tim Italia, pernah mengalahkan Lazio di Piala Fairs 1971 dan menyingkirkan Torino di perempat final musim ini.
Parken Stadium tercatat dalam sejarah sebagai stadion Denmark pertama yang menjadi tuan rumah final kompetisi Eropa utama. Dibuka pada 1992 dengan biaya 640 juta kroner Denmark, stadion ini menggantikan Idrætsparken sebagai markas tim nasional Denmark. Laga final dihadiri 33.765 penonton yang menyaksikan duel taktik ketat antara dua kubu.
Petaka bagi Parma nyaris datang cepat lewat tembakan Tomas Brolin yang membentur tiang. Namun, justru Arsenal yang mencetak gol pada menit ke-20. Kesalahan kontrol dari Lorenzo Minotti saat menyapu bola dimanfaatkan sempurna oleh Alan Smith dengan voli kaki kiri yang menaklukkan kiper Luca Bucci. Setelah unggul, Arsenal memilih bertahan dan sukses meredam ancaman Gianfranco Zola serta Faustino Asprilla sepanjang laga.
George Graham harus kehilangan pencetak gol terbanyak Ian Wright karena skorsing, ditambah John Jensen, Martin Keown, dan David Hillier yang cedera. Alhasil, formasi 4-5-1 diterapkan dengan Smith sebagai ujung tombak, sementara Paul Merson dan Kevin Campbell ditugaskan melebar. Lini belakang yang terdiri dari David Seaman, Lee Dixon, Tony Adams, Steve Bould, dan Nigel Winterburn menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus Parma. Kehebohan suporter Arsenal yang meneriakkan lagu "one nil to the Arsenal" sepanjang pertandingan pun menjadi ciri khas final ini.
Kemenangan ini menjadi puncak kejayaan bagi Arsenal di kancah Eropa pada era 1990-an. Meskipun tanpa beberapa punggawa utama, The Gunners membuktikan bahwa disiplin dan pertahanan rapat adalah kunci meraih gelar, sekaligus mengirim Parma pulang dengan tangan hampa.