Jamaika menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah netball Commonwealth Games setelah mengalahkan juara bertahan Australia dengan skor 46-45 dalam laga semifinal yang digelar di Hydro, Glasgow, Sabtu (1/8). Kemenangan ini memastikan Jamaika lolos ke final untuk kedua kalinya secara beruntun, sekaligus mengakhiri dominasi Australia yang selalu tampil di partai puncak sejak cabang olahraga ini diperkenalkan pada edisi 1998.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pertandingan berlangsung sengit sejak kuarter pertama. Jamaika yang dijuluki Sunshine Girls berhasil unggul 13-10 di akhir kuarter pertama dan terus mempertahankan keunggulan tipis hingga turun minum dengan skor 23-21. Memasuki kuarter ketiga, Australia mencoba mengejar namun Jamaika tetap kokoh di depan dengan keunggulan 35-35 memasuki kuarter pamungkas.
Di kuarter keempat, drama memuncak. Shanice Beckford tampil gemilang sebagai goal shooter Jamaika dengan menjaga ketenangannya di bawah tekanan. Sementara itu, Romelda Aiken juga tak pernah gagal dalam setiap tembakannya. Australia melancarkan serangan balik di menit-menit akhir, namun usaha Sophie Dwyer gagal di detik-detik terakhir ketika peluit panjang berbunyi, memicu selebrasi liar pemain dan ofisial Jamaika di tengah lapangan.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Australia yang tak pernah sekalipun absen dari final Commonwealth Games sejak netball pertama kali dipertandingkan. Dengan raihan empat emas dan tiga perak dari tujuh edisi sebelumnya, langkah mereka terhenti di tangan Jamaika yang tampil penuh determinasi dan disiplin. Pelatih dan pemain Australia tampak kecewa, namun mereka masih memiliki kesempatan meraih medali perunggu.
Pemain bintang Jamaika, Shamera Sterling-Humphrey, menyatakan bahwa timnya sudah siap berperang sejak awal. "Kami tahu Australia akan bermain fisik dan kami sudah mengantisipasi strategi mereka. Kami mencintai tekanan karena tekanan adalah hak istimewa," ujar Latanya Wilson usai pertandingan. Sementara itu, Kapten Australia Liz Watson mengakui kekecewaannya namun tetap memotivasi tim untuk bangkit di perebutan medali perunggu.
Di final yang akan berlangsung Minggu (2/8), Jamaika akan berhadapan dengan Selandia Baru yang sebelumnya sukses mengalahkan Inggris dengan skor 61-54 di semifinal lainnya. Pertandingan final diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama memiliki motivasi tinggi untuk merebut emas. Sementara itu, Australia akan bertemu tuan rumah Inggris dalam perebutan medali perunggu.
Selain netball, ajang Commonwealth Games 2026 juga menyajikan aksi seru di cabang olahraga lainnya. Di lintasan velodrome, skenario dramatis terjadi saat final tandem putra antara Skotlandia dan Wales harus diulang akibat tabrakan, sebelum akhirnya Skotlandia berhasil meraih emas. Di nomor women's 25km points race, Wales mendominasi dengan Anna Morris meraih emas kedua baginya di edisi ini.
Sektor tinju juga menjadi panggung kejayaan bagi India yang berhasil mengoleksi lima emas dari kelas 51kg, 54kg, 57kg, 60kg, dan 70kg. Petinju muda Inggris, Ruby White, harus puas dengan perak setelah kalah dari Sakshi di kelas 51kg. Sementara itu, Inggris masih mampu menambah medali emas melalui Isaac Okoh di kelas 90kg dan Patris Mughalzai di kelas 65kg.
Di nomor atletik, Australia kembali mendominasi dengan meraih emas di lempar cakram putra melalui Matthew Denny dan di nomor T38 200m putri melalui Rhiannon Clarke. Sampai dengan berita ini diturunkan, Australia masih kokoh di puncak klasemen perolehan medali dengan 59 emas, diikuti Inggris di posisi kedua dengan 21 emas.