Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming secara langsung mengajak perwakilan mahasiswa untuk melihat dari dekat implementasi Program Makan Bergizi Gratis di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Langkah ini diambil di sela-sela peninjauannya di Sekolah Dasar Negeri Wolomoni, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, untuk menunjukkan bahwa program pemenuhan gizi ini membawa dampak nyata bagi masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Mengutip laporan dari lokasi peninjauan, momentum libur sekolah dimanfaatkan pemerintah untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki tata kelola program tersebut. "Tadi sudah saya sampaikan kepada para guru, orang tua murid bahwa MBG ini sangat-sangat dinanti, sangat-sangat bermanfaat terutama di area 3T," ungkap Wapres Gibran saat memberikan keterangan kepada awak media.
Dari analisis tim redaksi, pelibatan mahasiswa dalam peninjauan langsung ini merupakan langkah strategis untuk meredam polemik dan perbedaan pandangan di ruang publik. Sebelumnya, sejumlah elemen mahasiswa sempat melontarkan kritik dan penolakan terhadap program prioritas tersebut, sehingga kehadiran langsung di lapangan membuka ruang dialog berbasis fakta empiris.
Menanggapi hal tersebut, Wapres Gibran menegaskan bahwa keberlanjutan program ini sangat krusial, khususnya untuk menekan angka stunting dan membantu kelompok rentan seperti ibu hamil serta balita di wilayah pelosok. "Kalau kemarin saya dengan mahasiswa-mahasiswa yang demo itu bilang tidak setuju dan harus disetop. Kalau, sekali lagi kalau saya pribadi, ini harus dilanjutkan terutama di daerah 3T," tegasnya sambil berkomitmen untuk terus memberantas potensi korupsi dan penyimpangan pengadaan.
Sementara itu, Rapid Bena Main, mahasiswa asal Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang turut diundang dalam rombongan, memberikan pengakuan usai menyaksikan langsung kondisi di lapangan. "Saya setuju bersama teman-teman yang lain bahwasannya program-program prioritas Presiden seperti Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak, sebagai pencegahan stunting terus juga untuk pemerataan ekonomi masyarakat melalui KDMP itu harus diprioritaskan dan diutamakan di daerah-daerah 3T," ujarnya.
Berdasarkan pengamatan awak media, kunjungan ini sekaligus mempertegas arah kebijakan pembangunan nasional yang kini tidak lagi berpusat di Pulau Jawa semata. Wapres Gibran menutup keterangannya dengan menekankan bahwa pemerataan kesejahteraan dan pembangunan infrastruktur sosial kini telah bertransformasi menjadi kebijakan yang bersifat Indonesia-sentris.